Thursday, July 28, 2016

Pengkajian, Pendekatan, Garapan, Gaya, dan Teknik Pengkajian Seni Drama, Teater, dan Film


Istilah ‘pengkajian’merupakan padanan dari istilah ‘telaan’ atau ‘study’ dalam bahasa Inggris.

a. Kehidupan telaah sastra adalah kehidupan meneliti, menelaah kehidupan, mencipta, cipta sastra dan peminat sastra dalam rangka menyusun teori sastra; dan pada gilirannya teori sastra dipergunakan penelaah untuk gilirannya teori sastra dipergunakan menelaah untuk menjelaskan dan meramalkan realitas suatu gejal atau peristiwa dalam rangka mencari kebenaran ilmiah.

b. Jenis drama dibangun oleh dua aspek:

  • Aspek literer, dikaji berdasarkan konvensi literer (biasanya lebih tanpak pada struktur naskah lakon).
  • Aspek teateral, dikaji berdasarkan konvensi teater, (Biasanya lebih tanpak pada tekstur).
c. Pengkajian drama yang utuh adalah pengkajian seluruh aspek atau komponen yang membangun seluruh drama sebagai seni kompleks, kolektif, dan ansambel.

d. Pengkajian teater adalah pengkajian seluruh unsur teater secara herarkis, keseluruhan, utuh dan padu.

e. Pengkajian drama film lebih kompleks daripada dram teve, drama radio, atau drama penggung; karena berbeda media, sifat dan motivasi keberadaan film itu sendiri jika disbanding dengna bentuk dram yang lain.

f. Sebagai teater, baik dram panggung, dram radio, drama teve, maupun drama film memiliki hakikat yang sama yaitu tikaian (konflik). Perbedaan terletak pada teknik garapan karena berbeda medianya.

  • Drama panggung bersifat tiga dimensi (lihatan, dengaran, rabaan/bauan/ciuman).
  • Drama teve dan drama film bersifat dua dimensional.
  • Drama radio bersifat monodimensional
  • Drama panggung teknik vocal dan teknik garapan domininan
  • Drama teve dan film di samping teknik vocal, akustik dan teknik gerak, jasa elektronik dan peralatan kamera canggih membantu.
  • Dram radio, teknik vocal dan akutik memegang peranan penting.
g. Pendekatan merupakan alih bahasa dari kata ‘approcoach’ sedang padanan katanya adalah ‘hampiran’.

h. Bermacam-macam pendekatan terhadap seni drama dan teater tergantung bagaiman oran gmeletakkan drama sebagai seni apa, misalnya: drama dan teater sebagai seni sastr;senirupa; seni peran; sni gerak; seni wicara,dll.

i. Beberapa pendekatan sastra, antara lain: pendekatan struktural murni; structural baru; poststruktural atau dekonstruksi; semiotic; struktur genetic;dll.

j. Perbedaan film dengan drama panggung, drama teve dan drama radio, terletak pada sifat, garapan, teknik, penyajian dan cara penikmatannya. Sedang kesamaannya terletak pada hakikat yaitu tikaian. Film dan jenis-jenis drama lainnya adalah seni kompleks-seni kolektif dan seni ansambel. Proses penjadiannya di samping melalui tahapan-tahapan, juga melibatkan hampir seluruh cabang seni dan non-seni. Pendekatan drama dan teater, dan film dilakukan dengan melibatkan aspek-aspek literer, aspek teateral, aspek artistic, aspek polessosobudhankam dan aspek ekstrinsik lainnya. Dengan kata lain pendekatan terhadap film melibatkan aspek tekstual dan kontektual.

k. Jenis-jenis pendekatan menurut M.H. Abrams:

  • Pendekatan ekspresif
  • Pendekatan objektif
  • Pendekatan mimetic
  • Pedekatan pragmatic
l. Konsepsi-konsepsi kerja yang disampaikan oleh para sutradara yang bertaraf nasional, yaitu:
  • WS. Rendra dengan konsepsinya, “Kegagalan Dalam Kemiskinan: Teater Modern Indonesia”
  • Putu Wijaya dengan konsepsinya, “Jalaan Pikiran Teater Mandiri: bertolah dari yang ada”
  • Wahyu Sihombing dengan konsepsinya, “Masalah Sutradara adalah masalah penafsiran naskah dan casting.
  • Pramana Padmadarmaya, dengan konsepsinya, “Ekspresi Global Melalui pendekatan intividul” dan “Pada pembinaan dasar seorang pemeran”.
  • N.Riantiarno dengan konsepsinya, “kemarin atau nanti teater tanpa selesai”
m. Drama-drama Literer misalnya:
Bebasari; Kertajaya; Lukisan Masa; Citra; Tuan Amin; Kejahatan membalas Dendam; Bunga Rumah Makan; Tumbang-tumbang; Malam Jahanam; Sekelumit Nyanyian Sunda; dan Domba-domba Revolusi.

n. Drama sastra atau Drama Literer: drama yang ditulis oleh para sastrawan.

o. Gaya ialah bentuk garapan yang telah mempunyai kekhasan.

p. Beberapa gaya teater dan film antara lain:

  1. Gaya penyutradaraan WS. Rendra
  2. Gaya wayang orang dari berbagai daerah, gaya kethoprak dari berbagai daerah, gaya lenong, gaya ludruk, dan gaya Srimulat, dll.
  3. Teater topeng gaya Jawa dan Bali.
  4. Teater wayang gaya Surakarta, Semarang, Jawa Barat, dan lain-lain.
  5. Ontowacana wayang orang gaya Surakarta, Yogyakarta, dll.
  6. Teknik vocal gaya drama panggung, drama radio, drama teve, dan drama film
  7. Penyutradaraan film gaya masing-masing sutradara.
  8. Gaya para actor dan aktris yang beraneka ragam.
q. Teknik bermain merupakan unsure yang penting dalam seni bermain drama.

r. Teknik pementasan memerlukan keunikan jika ingin memperoleh kadar artistic.

 


Referensi:
Satoto, Soediro. 1991. Pengkajian Drama I. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 




No comments:

Post a Comment