Thursday, July 28, 2016

Pengertian Drama dan Teater

 
A. Pengertian Drama
Kata ‘drama’ berasal dari kata Greek (bahasa Yunani)’draien’, yang diturunkan dari kata ‘draomai’, yang semula berarti berbuat, bertindak, dan beraksi. Selanjutnya kata drama mengandung arti kejadian, risalah, dan karangan.

Panuti Sujiman (editor), dalam Kamus istilah Sastra (1984: 20) memberi batasan ‘drama’ adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian atau konflik dan emosi lewat lakuan dan dialog, dan lazimnya dirancang untuk pementasan di panggung.

Herymawan RMA dalam Dramaturgi Bagian Ke I merumuskan pengertian drama berdasarkan beberapa pendapat, yaitu: (1) drama adalah kualitas komunikasi, situasi, aksi, yang menimbulkan perhatian, kehebatan, dan tegangan pada pendengar atau penonton, (2) menurut Moultan “Drama” adalah kehidupan yang dilukiskan dengan gerak, (3) drama adalah ceritera konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas, yang menggunakan bentuk cakapan dan gerak atau penokohan perwatakan di hadapan penonton.


B. Pengertian Teater
Kata ‘teater’ juga berasal dari bahasa Yunani, Teatron yang diturunkan dari kata ‘theomai’, yang berarti takjub melihat, memandang. Jadi jelas, jika kita berbicara tentang ‘teater’, sebanarnya kita bicarakan soal proses kegiatan dari lahirnya, penggarapan, penyajian, atau pementasan smpai dengan timbulnya tanggapan atau reaksi penonton atau public. Dengan kata lain, teater memiliki arti yang lebih luas, sekaligus menyangkut seluruh kegiatan dan proses penjadian dari proses penciptaan, penggarapan, penyajian atau pementasan, dan penikmatan.


C. Pengertian Seni Drama dan Teater
Drama adalah jenis sastra di samping jenis puisi dan prosa. Hakikat drama adalah konflik atau tikalan. Karena sastra termasuk cabang kesenian, maka drama merupakan bentuk kesenian juga. Drama sering disebut seni pertunjukan. Teater adalah istila lain dari drama, tetapi dalam arti yang lebih luas; yakni meliputi; proses pemilihan naskah, penafsiran, penggarapan, penyajian/pementasan, dan proses pemahaman atau penikmatan dari publik.
Perbedaan seni drama dan teater dapat dilihat pada ciri-ciri sebagai berikut:

Drama

  • Lakon (play)
  • Naskah (script)
  • Teks (text)
  • Pengarang
  • Kreasi (creation)
  • Teori (theory)

Teater

  • Pertunjukan (performance) 
  • produksi (production
  • pemanggungan (staging)
  • penafsiran (interpretation)  
  • pemain, pelaku, pemeran (actor/aktris)
  • praktek (practice)
 
Bisa dikatakan perbedaan seni drama dan teater adalah;
Drama :
- merupakan lakon yang belum dipentaskan.
- skrips yang belum diproduksi
- teks yang belum dipanggungkan
- hasil kresi pengarang yang masih harus ditafsirkan untuk merebut makna.
- teori yang harus dipraktekkan/dipentaskan.
Teater : naskah yang telah dipanggungkan untuk dinikmati.


D. Hakikat, Fungsi, dan Sifat Seni Drama dan Teater
1. Hakikat Seni Drama dan Teater
Yang dimaksud ‘hakikat’ di sini juga sesuatu yang ‘esensial’ (yang hakiki, yang harus ada). Hakikat drama adalah ‘tikaian’ atau ‘konflik’. Perwujudannya dalam teater dapat berupa gerak, cakapan (baik dialog maupun monolog) atau penokohan. Tikaian ini dapat berupa; tikaian yang terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan binatang, yang terjadi antra individu dengan individu lain, dlll.

2. Fungsi Seni Drama dan Teater

Fungsi drama dan teater pada umumnya dan khusunya adalah harus berguna dan menyenangkan. Maksudnya, disamping berfungsi sebagai penghibur, seni ini juga bermanfaat, artinya dapat member ‘sesuatu’ kepada penikmatnya. ‘Sesuatu’ itu dapat berupa pengetahuan, pendidikan, pengajaran, penerangan, dll.

3. Sifat Seni Drama dan Teater
Berdasarkan kurikulum 1975 dan 1984, seni drama dan teater merupanakan subbidang kesenian. Penempatan, Pengkajian Puisi, Pengkajian Cerkam Pengkajian Drama, serta Seminar Puisi memberi indikasi bahwa puisi, ragam sastra, tetapi bidang studi sastra yang berdiri sendiri. Sebagai salah satu jenis sastra dan salah satu bdiang kajian sastra, drama memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan dua jenis atau bidang studi sastra lainnya yaitu puisi dan prosa. Kelebihan terletak pada sifatnya yang lebih objektif, kolektif, kompleks dan multikontekstual. Itulah sebabnya seni drama dan teater juga ‘seni objektif’, ‘seni kolektif’, ‘seni ansambel’, ‘seni kompleks’, dan ‘seni multikontekstual’.


E. Hubungan Seni Drama dan Teater dengan Cabang-cabang Seni lainnya
Seni drama dan teater merupakan seni yang sekaligus kompleks, hampir semua cabang seni ada di dalamnya. Sebuah drama dan teater bagai cermin tanpa bingkai. Keduanya menggambarkan gerak kehidupan. Adapun cabang-cabang seni yang berfungsi sebagai pendukung dan penunjang berhasil tidaknya sebuah pementasan drama antara lain:
1. Seni Bahasa dan Sastra
2. Seni gerak (acting)
3. Seni Rias ( make-up)
4. Seni Busana (costum)
5. Seni Dekorasi (scenery)
6. Seni Suara dan Musik
7. Seni Tata Lampu (lighting)
8. Seni Tari dan Koreografi
9. Seni Rupa
10. Seni Pentas,dll.


Referensi:

Satoto, Soediro. 1991. Pengkajian Drama I. Surakarta: Sebelas Maret University Press.


No comments:

Post a Comment