Showing posts with label NOVEL. Show all posts
Showing posts with label NOVEL. Show all posts

Saturday, July 11, 2015

Kutipan Novel Beside A Burning Sea Karya John Shors

Novel Beside A Burning Sea Karya John Shors
Judul asli: Beside A Burning Sea
Judul terjemahan: Burning Sea, Bara Cinta di Tengah Deru Perang
Penulis: John Shors
Penerbit: Qanit
Tahun Terbit: 2009
Kota terbit: Bandung
Jumlah halaman: 516 halaman

----------------------------------------------------
Perang Dunia II tengah membakar daratan dan samudra. Benevolence, sebuah kapal rumah sakit Amerika Serikat, mengarungi Pasifik Selatan dalam misi damai. Namun, ulah seorang pengkhianat menyebabkan kapal itu diserang oleh torpedo Jepang dan tenggelam.

Hanya sembilan orang yang selamat dan berhasil mencapai pantai terpencil di sebuah pulau. Di pulah sepi dan tak berpenghuni itu, mereka berjuang untuk bertahan hidup dan mengatasi sisi gelap dalam diri masing-masing.

Di antara mereka terdapat Akira, seorang prajurit Jepang tawanan Amerika dan Anie, perawat muda Amerika. Akira yang telah muak akan kengerian perang, menenggelamkan diri dalam keindahan puisi Jepang, Haiku. Anie yang selalu gelisah dan mencari jati diri, menemukan dirinya tertarik pada tawanan misterius nan lembut itu. Cinta pun terjalin melintasi budaya dan kubu peperangan.

Di sebuah pulau terpencil, di tepian samudra membara, di tengah deru perang, Akira dan Anie mempelajai makna cinta, penebusan diri, dan penerimaan tanpa penghalang warna kulit, bangsa, dan perbedaan budaya.

Namun, tanpa mereka sadari, sang pengkhianat masih tersembunyi di antara mereka....

----------------------------------------------------

Berikut ini kutipan novel Beside A Burning Sea karya John Shors

Kutipan #1
"Kita tahu bagaimana peperangan mengubah orang baik menjadi orang yang sangat baik, dan orang jahat menjadi orang yang sangat kejam."
(hal. 226)


Kutipan #2
"Cinta seorang lelaki yang baik akan membuatmu tidak merasa sendirian."
(hal. 229)


Kutipan #3
"Karena hal-hal berharga kadang-kadang terlupakan. Tetapi, hal-hal seperti itu harus dinikmati. Puisi-puisi tentang keindahan itu harus ditulis dan tidak boleh terlupakan."
(hal. 267)


Kutipan #4
"Tapi, aku orang yang gagal. Dan bagaimana seorang guru bisa mengalami kegagalan?"
"Kau pikir para guru tidak membuat kesalahan? Bagaimana kau bisa belajar jika tidak pernah membuat kesalahan?"
(hal. 280)

Kutipan Buku Manusia Setengah Salmon Karya Raditya Dika

Buku Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika

Judul: Manusia Setengah Salmon
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2011 (Cet. 1), 2012 (Cet. 5)

***
Manusia Setengah Salmon bukan buku cerita komedi biasa. Buku ini berisi kumpulan cerita Raditya Dika yang based on true story. Dengan gaya ngaco dan konyolnya, Raditya Dika menceritakan pengalamannya. Namun jangan salah, meskipun membaca buku ini bisa mengocok perutmu, ada beberapa inspirasi hidup yang baik yang disampaikan oleh Raditya Dika. Inilah salah satu keunggulan penulisnya.
Berikut ini beberapa kutipan (quote) dari buku  Buku Manusia Setengah Salmon.

Kutipan #1
“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya..... Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.
(Manusia Setengah Salmon. Raditya Dika)
***

Kutipan #2
“Ketika gue melangkah ke luar dari museum seni di Belgia, gue berpiki ulang tentang konsep mandiri. Seharusnya, semakin tua umur kita, kita tidak semakin ingin mandiri dari orang tua kita.
Sebaiknya, semakin bertambah umur kita, semakin kita dekat dengan orang tua kita.
Kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orang tua. Kemungkinan yang paling besar adalah orang tua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orang tua kita bakalan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin buat kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka kembali.
Gue gak mau suatu malam, setelah Nyokap pergi, gue melihat handphone dan berpikir seandainya gue bisa dengar suara Nyokap sekarang. Saat ini juga, gue pengin setiap waktu yang gue habiskan, gue bisa habiskan dengan mendengar Nyokap berkali-kali nelepon dan nanya, ‘Kamu lagi apa?'
Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orang tua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.”
(Manusia Setengah Salmon. Raditya Dika. Halaman 133-134)
***

Kutipan #3
“Lalu, mata gue terpaku pada twit Trisna yang baru dia update, sebuah quote dari Mick Jagger: You can’t always get what you want, but if you try, sometimes you just might find you get what you need (kamu tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, tapi jika kamu mencoba, mungkin kamu bisa dapat apa yang kamu butuh.”

(Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika. Halaman 161)

***

Kutipan #4
Cinta yang terlalu lama dipendam biasanya jadi penyesalan.
Jatuh cinta itu musuh akal sehat.
Bagi sebagian orang, mencintai seseorang berarti memenjarakan seserorang.
Hampa itu seperti langkah tapi tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap.
Orang yang ditolak cintanya seperti mau beli barang yang dia impikan, tetapi uangnya tidak cukup.
Mereka yang sedang jatuh cinta, biasanya sering berharap. Dan, mereka yang sering berharap, biasanya sering kecewa.
Jatuh cinta sama kamu itu kayak naik histeria. Dibawa naik pelan-pelan, lalu dijatuhin tiba-tiba.
Naksir diam-diam itu komidi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenarnya tidak kemana-mana.
Kangen adalah salah satu penyebab utama susah tidur. Begitu pula patah hati.
Jatuh cinta itu berjuta rasanya. Ketika ditolak, hanya satu yang terasa: nyesek.
Inilah kenapa namanya jatuh cinta: kebanyakan orang terbang terlalu tinggi dan jatuh terlalu keras.
Mencintai tidak harus memiliki, kata orang yang tidak pernah dicintai.
Cinta datang dari mata ke hati. Selanjutnya, dari hati ke air mata.
(Manusia Setengah Salmon. Raditya Dika. Halaman 205-207)
***

Friday, October 10, 2014

Sinopsis Novel "Belenggu" Karya Armijn Pane


Seorang dokter bernama Sukartono menikah dengan seorang yang cantik dan cerdas bernama Sumartini. Sebenarnya keduanya tidak saling mencintai, karena memiliki kepentingan masing-masing, akhirnya keduanya sepakat untuk menikah. Sukartono merasa bahwa Sumartini adalah orang yang cocok untuk mendampingi hidupnya. Dia menikahi Sumartini karena kecantikan dan kepandaianya. 

Sumartini menikahi Sukartono dengan alasan dia ingin melupakan masa lalunya. Tak lama setelah membina rumah tangga, ternyata kehidupan mereka tidak harmonis. Mereka sering bertengkar dan cekcok, bahkan saling diam tanpa komunikasi. 


Sukartono adalah seorang dokter yang menjunjung tinggi pekerjaanya. Dia bekerja disiplin tanpa kenal lelah demi pasienya. Dia juga seorang dokter yang dermawan karena sering membebaskan bayaran bagi pasienya yang tidak mampu.

Ternyata pengabdian Sukartono pada pekerjaanya telah membuat dia lupa pada kehidupan rumah tangganya. Sumartini merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya, seakan tidak pernah ada waktu komunikasi dalam rumah tangga. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Sukartini merasa tidak memiliki hak di hadapan Sukartono. Itulah yang memicu pertengakaran di antara mereka, sepertinya tiada hari yang dilalui tanpa pertengkaran.

Waktu pun berlalu, suatu hari Sukartono menerima telpon bahwa ada seorang pasien yang sakit keras. Dia lalu diminta menemui pasienya di suatu hotel. Sukartono pun memenuhi panggilan pasien tersebut. Setelah sampai di hotel, Sukartono kaget bahwa pasienya adalah Rohayah yang merupakan teman sekolah dan sahabat masa kecilnya. 


Rohayah menceritakan bahwa dia dipaksa kawin oleh orang tuanya. Dia tidak cocok hidup dengan suaminya. Akhirnya dia pindah ke Jakarta dan memutuskan menjadi janda. Sebenarnya Rohayah secara diam-diam telah jatuh hati pada Sukartono. Itulah yang membuatnya mencari keberadaan Sukartono. 


Setelah bertemu, Rohayah kemudian melancarkan seranganya dengan memberikan rayuan-rayuan dan pujian kepada Sukartono. Semula Sukartono tidak terpengaruh dengan rayuan Rohayah. Tetapi setelah dirayu terus-menerus akhirnya dia jatuh juga pada rayuan Rohayah. Sukartono merasa bahwa dengan Rohayah dia bisa menemukan ketenangan hatinya yang tidak bisa dia peroleh bersama Sumartini.

Keharmonisan hubungan Sukartono dengan Rohayah akhirnya tercium juga oleh Sumartini. Dia marah dan jengkel, kemudian pergi ke hotel tempat Rohayah menginap untuk memberikan caci maki dan menumpahkan amarahnya. Setibanya di hotel, perasaan marah Sumartini luluh juga oleh kelembutan hati dan keramahan Rohayah.
 

Setelah pulang dari hotel tempat Rohayah menginap, Sukartini berintrospeksi diri. Dia merasa telah berlaku kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Dia lalu memutuskan untuk berpisah dengan Sukartono.

Pada mulanya Sukartono tidak mengijinkan keputusan Sumartini, bahkan dia juga akan berusaha mengubah hidupnya untuk lebih perhatian pada Sumartini, tetapi karena kebulatan tekad Sumartini, akhirnya Sukartono tak kuasa juga untuk mencegahnya, mereka pun secara resmi berpisah. Hati Sukartono pun gundah. Dia merasa sedih dengan perceraian tersebut. 

Penderitaanya bertambah ketika mengetahui bahwa Rohayah telah pindah dan meninggalakan sebuah surat yang menyatakan perasaanya pada Sukartono. Pada akhirnya Sukartono mengabdikan diri pada sebuah panti asuhan. Di tempat tersebut dia merasa mendapatkan ketenangan batinya karena bisa membantu orang lain.

Sinopsis Novel “Saman” Karya Ayu Utami


Wis itulah panggilan akrab dari seorang anak lelaki yang mempunyai nama panjang Wisanggeni. Wis lahir di Muntilan Yogyakarta. Wis termasuk anak yang beruntung karena dia adalah satu-satunya anak yang lahir dari rahim ibunya dan hidup. 

Dua adiknya tidak pernah lahir. Mereka mengalami suatu peristiwa aneh yang hanya diketahui oleh Wis dan pengalaman ini terjadi pada masa kecilnya. Ayahnya bernama Sudoyo, bekerja sebagai pegawai Bank Rakyat Indonesia dan sebagai mantri kesehatan di Yogyakarta. Ibunya masih keturunan raden ayu. 

Pada waktu Wis berumur empat tahun, ayahnya dipindahkan ke Perabumulih yaitu sebuah kota minyak di tengah Sumatra Selatan yang sunyi pada masa itu, hanya ada satu bioskop dan bank yang usianya belum panjang. 

Di Perabumulih ayah bekerja sebagai kepala cabang Bank Rakyat Indonesia. Beberapa tahun kemudian Wis dan ayahnya pindah ke Jakarta. Wis melanjutkan sekolah dengan mengambil pendidikan teologi dan belajar di Institut Pertanian Bogor. 


Setelah Wis dan ayahnya pindah di Jakarta. Setelah Wis menamatkan pendidikannya, maka diadakan upacara pengangkatan Wis sebagai pastor dan ia mendapatkan julukan Pastor Wisanggeni atau Romo Wis. Setelah misa, ada acara pesta di balai pastoran untuk merayakan adanya pastor baru. Di acara itu Wis bertemu dengan Romo Daru dan Wis meminta kepada Romo Daru agar dirinya ditugaskan di Perabumulih.

Permintaan Wis dikabulkan yaitu Uskup memberi tugas kepada Wis sebagai Pastor Paroki Parid yang melayani kota kecil Perabumulih dan Karang Endah di Palembang. Wis segera menuju ke kota itu. Setelah sampai di Perabumulih, ia menemukan perubahan-perubahan yang terjadi di kota itu, diantaranya rumah Wis telah dihuni oleh orang lain. Wis mendatangi rumahnya yang dulu dan berkenalan dengan penghuni rumahnya yang sekarang. Ketika di sana Wis mengalami kejadian-kejadian aneh lagi seperti yang pernah ia alami pada waktu kecil. 

Di Perabumulih Wis bertemu dengan seorang gadis yang cacat dan mempunyai keterbelakangan mental. Gadis itu bernama Upi. Upi adalah anak seorang transmigrasi Sei Kumbang yang tinggal di Lubukrantau. Karena perlakuannya dianggap membahayakan orang lain, maka keluarganya memutuskan untuk mengurung dan mengrangkeng Upi di sebuah bilik yang terbuat dari kayu dan bambu yang kondisinya sudah tidak sehat. Wis tidak berdaya melihat gadis di dalam kerangkeng itu. Akhirnya Wis memutuskan untuk membangun tempat yang lebih sehat dan menyenangkan Upi. 

Wis merasa semakin ia mengetahui penderitaan rakyat Lubukrantau semakin ia merasa bahwa dirinya adalah bagian dari mereka, yang membuatnya ingin lebih lama tinggal dan ingin memperbaiki penderitaan yang dialami oleh petani di sana. Berkat izin dari Bapak Uskup dan modal dari ayahnya, maka ia mengadakan rapat dengan keluarga Mak Argani dan membicarakan tentang rencananya untuk membangun pengolahan sederhana atau rumah asap di dusun itu sambil memperbaiki kebun. Usul itu disetujui oleh keluarga Argani. Akhirnya mereka membersihkan kebun.

Wis kembali ke Perabumulih selama dua minggu. Ketika Wis kembali ke Lubukrantau, Wis dikejutkan oleh kejadian yang telah menimpa Upi gadis cacat dan gila itu telah diperkosa oleh orang-orang yang hendak merebut lahan mereka dengan cara menjebol rumah baru Upi. 

Beberapa tahun yang lalu empat orang lelaki datang ke wilayah transmigrasi Sei Kumbang yang mengaku bahwa mereka menjalankan tugas dari Gubernur tentang lokasi transmigrasi Sei Kumbang yang semula perkebunan karet akan diganti dengan perkebunan kelapa sawit. Para penduduk tidak sepakat untuk menganti kebunya dengan kelapa sawit. Melihat keadaan ini Wis dan penduduk mengadakan rapat yang bertempat di rumah asap. Pada rapat ini menghasilkan kesepakatan supaya penduduk jangan sesekali mau menandatangani pada lembaran kosong yang diberikan oleh pihak perusahaan PT Anugrah Lahan Makmur (ALM). 

Tiga minggu kemudian, empat orang itu datang lagi dan menyuruh para penduduk untuk menyetujui usulnya. Namun Wis dan penduduk tidak menyetujui usul itu. Empat orang itu akhirnya pergi sambil menahan marah. Perbuatan Wis ini membuat pihak perusahaan menjadi marah dan memberikan tuduhan-tuduhan yang tidak benar kepada Wis, seperti dirinya yang dituduh telah mengkristenkan orang Lubukrantau dan mengajari Argani berburu dan makan babi hutan.

Melihat keadaan ini, akhirnya Wis pergi ke Palembang, Lampung, dan Jakarta dalam rangka mengumpulkan data, untuk mempertahankan perkebunan di transmigrasi. Usaha Wis tidak sia-sia karena penggusuran dusun jadi tertunda sampai setahun. Orang-orang tersebut mengunakan cara lain supaya dapat menggusur dusun itu yaitu dengan cara merobohkan pohon-pohon karet, menghanguskan tanggul yang tersisa, meneror dusun itu, ternak mulai hilang satu persatu, merusak rumah kincir, memperkosa Upi, dan membakar rumah pada penduduk. 

Wis bermaksud menyelamatkan Upi tetapi orang-orang itu menangkap Wis dan dimasukkan ke dalam penjara. Selama di dalam penjara Wis selalu disiksa. Pada saat Wis mulai putus asa dengan keadaan yang menimpanya, Anson dan pemuda Lubukrantau menyelamatkan Wis dan membawa kabur Wis dari penjara. 


Wis keluar dari penjara dalam keadaan yang tidak berdaya. Wis tidak mau dipulangkan ke Perabumulih, ia meminta diantar ke rumah suster-suster Boronous yang berada di Lahat. Di sana Wis dirawat oleh suster Marietta selama kurang lebih tiga bulan. Dalam masa penyembuhan Wis membaca tuduhan-tuduhan terhadap dirinya melalui surat kabar. 

Setelah sembuh Wis pergi ke sebuah tempat yang hanya diketahui oleh lima orang suster dan satu dokter. Dalam persembunyiannya, tak lama setelah peristiwa itu, Wis mengganti kartu identitasnya dengan mengganti namanya menjadi Saman. 

Tak lama kemudian Saman menulis surat untuk ayahnya. Ia menyatakan bahwa ia menyesal karena tidak bisa memberi ayah keturunan karena dirinya menjadi seorang pastor. Ia bercerita tentang rumah asap yang dibangunnya dengan modal awal dari ayahnya, memohon restu kepada ayahnya untuk tetap tinggal di Perabumulih, dan ia memohon maaf karena dirinya memutuskan untuk keluar dari kepastoran. Karena Saman dan beberapa temannya ingin mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengurusi perkebunan guna membantu orang Lubukrantau yang tidak lagi mempunyai tanah dan tidak mempunyai pekerjaan. 

Akhirnya berkat bantuan Cok dan Yasmin, Saman dapat melarikan diri ke New York. Kini Saman telah mengganti penampilannya dan muncul sebagai aktivis perburuhan dan mengelola LSM. 

Sinopsis Novel "Namaku Hiroko" Karya N.H. Dini



Hiroko adalah seorang gadis desa anak sulung dari keluarga petani miskin. Ibu kandung Hiroko meninggak saat Hiroko berumur 4 tahun kemudian ayah Hiroko menikah lagi dan dari ibu tirinya itu Hiroko mempunyai dua adik laki-laki.

Karena kehidupan Hiroko yang miskin, Hiroko tidak mampu meneruskan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Hiroko hanya lulusan sekolah rendah saja.

Suatu hari ayah Hiroko pulang dari ladang bersama seorang tengkulak namanya Tamura-san. Beliau mengatakan bahwa saudaranya membutuhkan seorang pembantu rumah tangga. Setelah terjadi kesepakatan bersama akhirnya beberapa hari kemudian berangkatlah Hiroko dari desanya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Hiroko bekerja di rumah pasangan suami istri yang sudah berumur lanjut. Di sana Hiroko mulai merasakan perbedaan kehidupan antara di desa yang serba kesusahan dengan kehidupan kota yang memanjakan.

Di keluarga majikannya Hiroko tidak lama bekerja karena kemudian datang kabar dari desa bahwa neneknya meninggal dunia. Akhirnya Hiroko pun kembali pulang ke desanya.

Tak terasa sudah sepuluh bulan lamanya Hiroko tinggal di desa, sampai suatu saat Hiroko bertemu dengan teman lamanya, Tomiko. Tomiko mengajak Hiroko untuk kembali ke kota karena kata Tomiko di kota sekarang banyak lapangan kerja membutuhkan pekerja atau pembantu rumah tangga. Dengan ijin ayahnya berangkatlah Hiroko bersama Tomiko ke kota Pelabuhan Kobe.



Di sana Hiroko bekerja di rumah keluarga konsul bahasa Perancis. Maka untuk sementara Hiroko pun tinggal bersama Tomiko. Sampai akhirnya suatu hari Hiroko mendapat pekerjaan baru, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Majikan Hiroko yang baru adalah pasangan suami istri yang masih muda, mereka memiliki seorang bayi laki-laki.

Di rumah majikannya yang baru Hiroko mendapat pengalaman baru, Hiroko mengenal cinta, Hiroko menyukai adik majikannya yang bernama, Sanao. Dan rupanya Sanao pun begitu dia menyukai Hiroko. Akan tetapi keadaan dan perbedaan statuslah yang menjadikan jurang pemisah sehingga membuat mereka tidak bisa menyatukan cintanya. Hingga suatu malam Sanao berhasil “menyentuh” Hiroko untuk pertama kalinya.

Setelah pengalaman pertamanya dengan Sanao kehidupan Hiroko berubah. Majikan Hiroko menjadikannya sebagai budak nafsunya. Sampai akhirnya Hiroko tidak tahan lagi dan memilih untuk keluar dari pekerjaannya.

Hiroko kemudian berhenti bekerja dari rumah majikannya itu dan kembali bersama Tomiko sahabatnya. Sambil menunggu pekerjaan baru Hiroko membantu pekerjaan Tomiko di rumah majikannya itu.

Hiroko kembali mendapat pekerjaan, dia diterima bekerja di sebuah toko besar. Di sana ia bertugas sebagai penerima tamu yang datang ke toko itu. Walau gajinya kecil Hiroko sangat menyukai pekerjaan yang baru itu. Suatu waktu Hiroko berkenalan dengan seorang pria bernama, Kishihara Yukio seorang pria yang berpenghasilan cukup tinggi dan menyukai Hiroko. Akan tetapi Hiroko tidak begitu menyukainya. Hiroko hanya menyukai pemberian materinya saja.

Setelah lama bekerja di toko itu Hiroko berhasil mengambil hati salah seorang atasannya, Nakajima-san namanya. Ia begitu memperhatikan dan mendorong kemajuan Hiroko dalam bekerja.

Atas saran Nakajima-san Hiroko tinggal di sebuah apartemen kecil di atas sebuah bar bernama, Manhattan. Di tempat tinggalnya yang baru Hiroko mengenal kehidupan malam di kotanya. Di sana juga Hiroko berkenalan dengan Soeprapto mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di Jepang, akan tetapi persahabatannya dengan Soeprapto tidak berjalan lama, karena Soeprapto harus kembali ke Indonesia.

Setelah lama Soeprapto menghilang, Hiroko mendapat surat undangan yang isinya meminta Hiroko untuk berkunjung ke Indonesia. Bahkan dalam surat itu Soeprapto secara langsung berniat untuk mempersunting Hiroko. Namun Hiroko menolaknya secara halus. Hiroko tetap datang ke Indonesia memenuhi undangan Soeprapto atas saran Nakajima-san. 

Setelah berada di Indonesia, Hiroko diajak berkunjung ke beberapa tempat wisata. Hiroko begitu mengagumi keramahan bangsa Indonesia dan keluhuran budayanya. Yang paling membuat Hiroko tertarik adalah kerajinan kain batik khas Jogja. Hirokopun berniat memperkenalkan corak kain batik tersebut ke masyarakat Jepang.

Pergaulannya yang luas membuat wawasan pengetahuan Hiroko bertambah juga. Hingga atas pertimbangan itu pula Nakajima-san mempercayakan Hiroko untuk mengambil keputusan penting demi kemajuan toko tempat Hiroko bekerja.

Pada suatu kesempatan Hiroko berkenalan dengan Natsuko, seorang gadis keluarga kaya. Natsuko yang pendiam begitu percaya pada Hiroko dan menganggap Hiroko sebagai teman sejatinya.

Keinginan Hiroko untuk mendapatkan segala kesuksesan hidup, menjadikannya menghalalkan segala cara asal tidak mencuri. Atas dasar itu pula Hiroko menjadi penari kabaret di sebuah klub malam. Kecantikan dan kemolekan tubuhnya, membuat keberuntungan bagi Hiroko sehingga menjadi terkenal. Ia dibayar cukup mahal untuk setiap pertunjukannya.

Dalam suatu pertunjukan tarinya Hiroko berkenalan dengan Yoshida, seorang pengusaha kapal terkenal di kota Kobe. Yoshida begitu tergila-gila pada Hiroko sehingga apapun kemauan Hiroko selalu dipenuhinya. Akan tetapi, hubungan mereka terhalang karena ternyata Yoshida adalah suami dari Natsuko sahabat sejatinya. Akhirnya, Yoshida hanya menjadikan Hiroko sebagai wanita simpanan saja tanpa kejelasan status istri yang sah.

Di akhir cerita Hiroko menjadi pemilik dari bar Mahattan tempat dahulu ia tinggal. Sebagian besar saham toko tempatnya bekerja pun berhasil dikuasainya. Bahkan rumah Nakajima-san atasan Hiroko dahulu berhasil dimilikinya, Yoshida yang membelikan rumah itu untuk bekal Hiroko di hari tua.

Atas jerih payahnya itu, kini Hiroko berhasil menjadi seorang yang sukses di kota besar. Dia bisa menyekolahkan dua adik tirinya dan membiayai kehidupan kedua orang tuanya di desa.


Thursday, May 8, 2014

Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy


Download tulisan: Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy (pdf)
DOWNLOAD

--------------------------------------------


Tulisan ini membahas hasil analisis dengan pendekatan strukturalisme pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy. Hasil analisis dalam tulisan ini meliputi unsur internal yang terdiri dari: (1) tema, (2) fakta cerita yang terdiri dari tokoh dan penokohan, plot, setting, dan (3) sarana cerita yang terdiri dari sudut pandang dan gaya bahasa.

1. Tema
Tema atau ide pokok dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah perjuangan seorang santri dalam hidup agar tetap mencintai Allah. Tema ini menjiwai seluruh perjalanan tokoh utama. Dalam novel tersebut diceritakan bagaimana beratnya perjuangan Muhammad Ayyas selaku tokoh utama agar tetap mencintai Allah lebih dari mencintai yang lain. 
Saat itu dia berada di Moskwa selama tiga bulan melaksanakan penelitian dalam rangka penyelesaian tesis S2 nya di bidang sejarah Islam Rusia, godaan-godaan wanita muda Rusia sangatlah berat baginya. 
Terdapat tiga orang wanita cantik Rusia yang selalu berinteraksi dengannya, dua dari wanita muda cantik tersebut merupakan teman satu apartemennya, Yelena dan Linor, dan satu lagi merupakan dosen pembimbingnya, doktor muda, pakar sejarah yang cantik jelita, Doktor Anastasia Palazzo. 

Sampai detik terakhir perjalanannya di Moskwa, Rusia, Muhammad Ayyas berhasil melewati ujian berat itu, dan justeru dua teman seapartemennya itu pada akhirnya memeluk Islam yang mana sebelumnya Yelena merupakan perempuan pelacur kelas atas yang atheis yang pernah gonta ganti agama, dan Linor perempuan Yahudi fanatik, agen rahasia Mosad yang telah banyak membunuh manusia, secara langsung dan tak langsung.

Doktor Anastasia Palazzo, tetap pada pendiriannya sebagai wanita Katholik ortodoks. Cinta Anastasia tak sempat berlabuh di hati Muhammad Ayyas, karena Ayyas sudah harus kembali ke kampus asalnya India, dan Indonesia negara asal yang mengirimnya kuliah ke India. 


2. Fakta Cerita
Fakta cerita yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) penokohan, (2) plot, dan (3) setting.

a. Penokohan
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy terdiri dari satu tokoh utama, yaitu Muhammad Ayyas dan tiga tokoh tambahan, yaitu Yelena, Linor, Doktor Anastasia Palazzo

1) Muhammad Ayyas
Pemuda ini berasal dari Indonesia, pernah menjadi santri sebelum kuliah jenjang S1 di Madinah. Dia melanjutkan S2 di India dan mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan tesisnya di Rusia dengan melihat langsung kondisi Rusia dan mendapat referensi dari sumber aslinya, serta dapat berdialog langsung dengan seorang pakar sejarah di Rusia, Profesor Abramov Tomskii.

Karena sebuah tugas negara yang mendadak dan memerlukan Profesor Tomskii, mengharuskan beliau berangkat ke Istambul. Maka pembimbingan Ayyas diserahkan kepada Doktor Anastasia Palazzo. Profesor Tomskii sendiri yang langsung menunjuk, dan beliau minta maaf kepada Ayyas atas pengalihan ini. Ayyas maklum, namun disini dia mendapatkan ujian yang sangat berat, berinteraksi dengan seorang wanita muda, pintar dan cantik jelita. 

Ayyas menghabiskan waktunya dengan banyak berdiskusi dan membaca referensi asli dibawah bimbingan sang Doktor. Ditengah kesibukannya meneliti dan tak kondusifnya suasana bagi yang beragama Islam tak membuat Ayyas lalai beribadah dan mengingat Allah. Dia tetap melaksanakan sholat dan berdoa, walaupun itu dilakukannya di ruangan kantor Profesor Tomskii. 

Ketika di apartemen, karena bergabung dengan penghuni lainnya, Ayyas harus berinteraksi dengan dua wanita Rusia yang sangat cantik, Yelena dan Linor, yang keseharian mereka selau tampil dengan pakaian seksi. Kamar mereka berdampingan dengan kamar Ayyas. Ayyas merasa benar-benar diuji keimanannya oleh Allah. Maka ketika berada di kamar, Ayyas memaksimalkan ibadahnya dengan melaksanakan sholat, zikir, baca Quran, dan baca buku-buku hikmah lainnya. Ketika keluar kamar, Ayyas sangat menjaga pandangan dan hatinya. 

2) Yelena
Yelena merupakan teman satu apartemen Muhammad Ayyas, wanita muda Rusia yang sangat cantik. Profesi sehari-harinya sebagai pelacur kelas kakap. Kalau sedang berada di apartemen selalu berpakaian seadanya. Ini selalu mengganggu pikiran Ayyas, dan mengusik ketenangan jiwa Ayyas sebagai seorang muslim yang taat.

Profesi ini digeluti Yelena setelah dia gagal membina rumah tangga dengan seorang pria Rusia yang muslim. Tabiat jelek Yelena diketahui suaminya, dan dia diultimatum oleh suaminya, mau berubah dan taat pada suami atau silahkan hidup bebas dan pergi dari rumah. Ternyata Yelena memilih opsi kedua, lalu pergi meninggalkan suaminya dan hidup bebas di kota Moskwa. Padahal dia sudah dikaruniai seoarng putra, Omarov namanya, dan Omarov ditinggal bersama suaminya.

Jadilah Yelene sebagai wanita bebas yang memperturutkan hawa nafsu saja dan tidak lagi mempercayai adanya Tuhan, alias atheis. Sebelumnya, Yelena pernah beragama, namun sekarang itu ditinggalkanny. 

Selama berinteraksi dengan Ayyas, Yelena mendapatkan banyak hal, termasuk pemahaman tentang eksisitensi Tuhan. Dengan sangat piawai Ayyas membeberkan perihal Tuhan dalam sebuah seminar, yang kebetulan Yelena hadir disana. Keberadaan tentang Tuhan tak bisa dipungkiri oleh Yelena dimana suatu saat dia mengalami penganiayaan yang hampir menewaskannya, dan Ayyas denga izin Tuhan dapat memberikan pertolongan.

Ketauladanan, ketulusan, dan keseriusan Ayyas mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan ini telah memotivasi Yelena untuk bisa hidup lebih manusiawi. Kehadiran teman Ayyas yang bersedia menikahinya setelah difasilitasi Ayyas, menjadikan Yelena sebagai wanita muslimah yang taat dengan mengucapkan kalimat syahadat sebelum melangsungkn pernikahannya. 

3) Linor
Wanita muda yang cantik ini satu apartemen dengan Ayyas. Penampilannya yang norak, kasar serta dingin sangat mengganggu hati Ayyas. Sama dengan Yelena, bila sudah berada di apartemen, auratnya sudah tidak terjaga, bahkan Ayyas pernah memergoki Linor sedang berbuat tidak senonoh dengan seorang lelaki Rusia di ruang tamu.

Ini memicu pertengkaran dan tak bisa dihindari, terjadi perkelahian antara Ayyas dengan lelaki tersebut. Dalam perkelahian, Linorpun terlibat, yang justeru hampir saja Linor mati dibunuh oleh lelaki tersebut karena salah paham. Perkelahian kembali terjadi, akhirnya lelaki tersebut dapat dilumpuhkan Ayyas. 

Ayyas sangat dibenci oleh Linor. Dendam yang membara terhadap Ayyas yang muslim disulut juga oleh doktrin Yahudi yang dianut Linor. Kerap kali Ayyas dihina beribadah oleh Linor. Dan pernah dilaksanakan percobaan pembunuhan terhadap Ayyas dengan merekayasa pemboman sebuah hotel di pusat kota Moskwa. Sangkaan ditujukan kepada Ayyas dengan membuat sebuah skenario. Namun, sangkaan itu ternyata gagal total, karena saat pemboman terjadi Ayyas sedang melaksanakan Talkshow di salah satu stasiun televisi. 

Perjalanan panjang Linor, dan terinspirasi juga dengan kehadiran Ayyas di apartemennya, telah menyadarkan Linor, dan membuat dia harus mundur dari agen Yahudi yang kerjanya membunuh orang-orang Palestina. Belakangan Linor tahu, bahwa dirinya sebenarnya berasal dari keluarga Palestina yang muslim. Dia mundur jadi agen dan banyak mempelajari Islam.

Akhirnya dia memeluk Islam dan mencari keberadaan Ayyas dimana, dan menyatakan bahwa Ayyas adalah orang yang sangat pantas menjadi suaminya. Belum sempat Ayyas mengiyakan karena butuh waktu untuk berpikir dan mohon petunjuk Allah, Linor sudah ditembak mati oleh agen Yahudi yang lain yang membuntutinya. 

4) Doktor Anastasia Palazzo
Doktor muda ini adalah pembimbing Ayyas selama di Moskwa. Beliau dosen sejarah di kampus Universitas Negeri Moskwa, orang menyebutnya kampus MGU, singkatan dari Moskovskyj Gosudarstvennyj Universiteit imeni Lomonosova, menggantikan Profesor Abramov Tomskii yang berangkat ke Istambul untuk sebuah tugas khusus dalam waktu yang agak lama.

Kehadiran Doktor bagi Ayyas sebenarnya tidak terlalu bermasalah, karena sang Doktor sangat menjaga etika akademik dan kesopanan dalam penampilan. Namun dalam perjalanannya sang Doktor sangat bersimpati kepada Ayyas dan terbersit keinginan agar Ayyas mau menikahinya. Tentu hal ini ikut mengganggu konsentrasi Ayyas dalam meneliti. Maka satu-satunya jalan bagi Ayyas adalah selalu bersikap sopan, menjaga pandangan, dan selalu ingat Allah. Akhir dari pertemuan mereka adalah adanya saling memahami diantara keduanya Ayyas tetap pulang ke India.  

b. Plot
Plot yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah plot plot maju atau progresif. Urutan ceritanya disusun secara cermat dan tertata rapi. Hal ini dibuktikan dengan adanya tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir, yang terletak secara berurutan.

1) Tahap Awal
Diawali dengan kedatangan Muhammad Ayyas di Moskwa, menginap disebuah apartemen yang terdiri dari tiga kamar, satu untuknya dan dua lagi diisi yang masing-masing oleh wanita muda Rusia yang cantik-cantik, Yelena dan Linor. Di kampus MGU, Ayyas dibimbing oleh Doktor muda yang juga sangat cantik, Anastasia Palazzo, menggantikan Profesor Abramov Tomskii. 

2) Tahap Tengah
Terjadi konflik antara Ayyas dengan Yelena, Linor, dan Doktor Anastasia. Konflik Ayyas dengan Yelena adalah prinsip atheisme Yelena dengan hidup bebasnya yang mengusik ketenangan Ayyas. Dengan Linor, Ayyas terusik oleh kecemburuan dan kebenciannya terhadap agama yang dianut Ayyas, ditambah dengan gaya bebas hidup Linor yang seronok.

Puncak kebencian Linor pada Ayyas, membuat Ayyas hampir saja menjadi tersangka aksi pengeboman hotel terkenal di pusat kota Moskwa. Sedangkan dengan Doktor Anastasia, Ayyas terusik oleh rasa simpati sang Doktor yang berlebihan pada Ayyas, sampai-sampai sang Doktor ingin Ayyas menikahinya. 

3) Tahap Akhir
Ayyas mengakhiri perjalanannya di Moskwa dengan selamat dan sukses dengan iman yang tetap terjaga. Dia melewati konflik satu persatu dengan mulus yang mana pada akhirnya Yelena berubah menjadi muslimah yang dinikahi oleh teman Ayyas yang muslim. Linor insaf dan masuk Islam, walaupun dia harus rela ditembak mati oleh agen yahudi yang selalu membuntuti dia kemanapun dia pergi. Sedangkan Doktor Anastasia Palazzo akhirnya merelakan kepulangan Ayyas ke India untuk melanjutkan studinya menyelesaikan tesis S2 nya, dan untuk seterusnya kembali ke Indonesia, negara asalnya.

c. Setting
Setting dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah setting waktu (situation temporelle), setting tempat (situation spatiale), dan setting sosial (situation sociale).

1) Setting Waktu
Setting waktu yang digunakan dalam novel Bumi Cinta ini adalah era modern sekarang, tahun 2010, dimana tantangan yang paling besar dihadapi manusia sebagai musuhnya, khususnya umat Islam, adalah hawa nafsunya sendiri, yang dipicu oleh maraknya pergaulan bebas dan mudahnya mengakses situs-situs porno. 

2) Setting Tempat
Tempat yang dipilih dalam novel ini adalah kota Moskwa di Rusia, yang aktivititasnya dipusatkan di kampus MGU Rusia dan apartemen di Panfilovsky Pereulok depan White House Residence. 

3) Setting Sosial
Keadaan sosial masyarakat Rusia digambarkan sebagai sebuah masyarakat yang bebas, yang menganut paham free sex. Kekuatan mafia sangat dominan dan bercokol dimana-mana. Kekuatan Yahudi juga masih dominan di Rusia melalui agen-agenya. Ditengah-tengah kehidupan yang bebas itu, masih terdapat segelintir orang yang hidup memperhatikan norma yang ada dengan berpegang teguh pada ajaran agama, seperti Islam dan Kristen ortodoks.

 
3. Sarana Sastra
Sarana sastra dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sudut pandang dan gaya bahasa.

a. Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah sudut pandang pandang persona ketiga, “Dia”. Pengisahaan cerita yang mempergunakan sudut pandang persona ketiga, gaya “dia”, narator adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama-nama pelakunya.

Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus-menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti. Hal ini akan mempermudah pembaca untuk mengenali siapa tokoh yang diceritakan atau siapa yang bertindak. 

b. Gaya Bahasa 
1) Personifikasi
Gaya bahasa ini mendominasi novel Bumi Cinta  ini. Gaya bahasa personifikasi, yaitu gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati. Sangat banyak ungkapan yang ditemukan menggunakan gaya bahasa personifikasi. Berikut ini adalah contoh dari gaya bahasa personifikasi itu :
Dalam suasana serba putih, Moskwa seolah memamerkan keindahan sihirnya di musim dingin.
“Pagi itu salju bertasbih”

2) Hiperbola
Gaya bahasa hiperbola digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, dan dalam roman ini ditemukan ungkapan yang menggunakan gaya bahasa tersebut, seperti:
“Saya bisa merasakan angan-angannya untuk kuliah di Sorbonne, Paris, sehingga ia berdarah-darah mempelajari bahasa Prancis.”

3) Simile
Gaya bahasa simile digunakan untuk membandingkan sesuatu secara eksplisit. Contoh :
“Ini baru satu jurus. Aku kurang waspada saja. Lihat saja, brengsek itu akan aku lumat seperti bubur.”

4) Metafora (métaphore)
Gaya bahasa metafora digunakan untuk membandingkan sesuatu secara langsung, dan dalam roman ini ditemukan beberapa kutipan yang menggunakan gaya bahasa tersebut, yakni terlihat pada contoh berikut:
“Begitu memasuki ruangan Profesor Tomskii, hatinya langsung berbunga, karena ia melihat Ayyas berdiri tegap di sana”.


SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pendekatan struktural dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut :

1) Novel Bumi Cinta mempunyai tema perjuangan seorang pemuda bernama Muhammad Ayyas yang pernah menjadi santri mengarungi kehidupan yang banyak tantangan di negara yang sangat bebas, Rusia, kota Moskwa, agar tetap mencintai Allah lebih dari mencintai yang lain. 

2) Fakta cerita yang terdiri dari penokohan, plot dan setting dalam novel Bumi Cinta ini adalah sebagai berikut.
  1. Penokohan dalam roman ini terdiri dari satu tokoh utama dan tiga tokoh tambahan. Tokoh utama roman ini adalah seorang pemuda muslim yang taat bernama Muhammad Ayyas. Tokoh tambahan dalam novel ini adalah Yelena, Linor, dan Doktor Anastasia Palazzo. 
  2. Plot yang terdapat dalam roman ini adalah plot lurus atau plot maju, hal ini dapat dilihat dari penyajian cerita yang teratur dan berurutan, dimulai dari tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir.
  3. Setting waktu yang digunakan adalah era modern sekarang, tahun 2010, sebuah era yang tantangannya sangat berat bagi seorang pemuda. Pengarang menggunakan setting tempat di Moskwa, ibukota Rusia dengan setting sosial masyarakat Rusia yang digambarkan sebagai sebuah masyarakat yang bebas, yang menganut paham free sex.
3) Sarana sastra yang terdiri dari sudut pandang dan gaya bahasa adalah sebagai berikut :
  1. Sudut pandang yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah sudut pandang pandang persona ketiga, “Dia”. Pengarang sebagai narator, adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama-nama pelakunya. 
  2. Pengarang dalam menceritakan pengalamannya banyak menggunakan gaya bahasa sehingga membuat ceritanya lebih menarik dan berwarna. Gaya bahasa yang digunakan adalah: Personifikasi, Hiperbola, Simile, dan Metafora. 

Sumber artikel: http://zulhermanghani.blogspot.com/2011/02/makalah-kebahasaan.html


--------------------------------------------
Download tulisan: Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy (pdf)
DOWNLOAD



Saturday, September 7, 2013

Sinopsis Novel “Pengakuan Pariyem” Karya Linus Suryadi

Sinopsis Novel “Pengakuan Pariyem” Karya Linus Suryadi 

Pariyem adalah seorang pembantu rumah tangga keluarga ningrat yang bernama Raden Tumenggung Cokro Sentono.

Awal pertama dimulai Linus dengan cerita asal-muasal Pariyem, dari Wonosari, sebuah desa di perbatasan timur Yogyakarta, deretan Pegunungan Seribu yang kering tandus. Disana Pariyem lahir, dibesarkan dan mencecap masa kanak-kanak yang ceria. Pariyem mengaku sebagai Katolik, sebuah identitas keagamaan yang lumrah bagi kalangan disana paska 66, untuk menghidari sangkaan sabagai orang komunis.

Sebagai suatu keluarga besar yang dekat dengan seni ‘kerakyatan’ (ayahnya pemain ketoprak, ibunya sinden), tak pelak lagi merupakan target utama pembantaian, walau keluarga mereka tak tahu apa-apa tentang politik Jakarta. Era tahun 1980-an, yang marak dengan petrus (penembakan misterius) mengilhami Linus untuk membaca ulang pembantaian paska 66 dengan novel ini. Sejarah berdarah-darah yang sama telah berulang, dengan kemasan yang lebih rapi , sistematik dan gelap. Setelah melapor sini-situ,apel disana-sini, maka orang tua Pariyem kembali hidup jadi petani “tapi cuma menggarap bengkok pak Sosial” ujar Pariyem. Dari seniman ke buruh tani.

Suasana kejawaan kental meliputi keseluruhan novel. Mulai dari awal lahirnya Pariyem sampai kehidupan di kota, sebagai babu. Potret jawa modern pun ditampilkan Linus, dengan menceritakan dua anak dari Raden Cokro Sentono, yaitu Raden bagus Ario Atmojo dan Ndoro Putri Wiwit Setiowati. Mereka kuliah, calon sarjana, menempel poster artis idola dikamar mereka, merokok sigaret dan melanglang buana naik motor ke pelosok kota Yogya, layaknya orang muda haus hal-hal baru.

Khas generasi pertama keluarga jawa modern yang sedang menemukan adaptasi modernisasi yang dirasa pas, dan tentu tak lupa tradisi. Atmojo yang terampil berpantun jawa dan Setiowati yang luwes menari jawa. Betapa semua yang mereka miliki jadi anti-tesis modernisasi yang melanda kota Yogyakarta pada era 80-an. Modern, tapi kosong, tak berjiwa.

Dalam masa pengabdiannya, ia menjalin hubungan asmara dengan Raden Bagus Ario Atmojo, putra sulung majikannya, hingga membenihkan janin di dalam perutnya.

Wiwit Setiowati, adik Ario Atmojo adalah orang pertama yang mengetahui tentang kehamilan Pariyem. Peristiwa itu dilaporkan kepada orang tuanya tanpa sepengetahuan Pariyem, yang tidak ingin meminta pertanggungjawaban dari perbuatan Ario Atmojo. Pada malam hari, setelah selesai makan Pariyem disidang oleh Raden Tumenggung Cokro Sentono.
Dalam persidangan itu Pariyem merasa takut dan memunculkan segala prasangka buruk. Ia berpikir bahwa nanti akan diusir majikannya. Ternyata prasangka itu adalah tidak benar. Anak dalam perut Pariyem diakui sebagai cucu dari Raden Tumenggung Cokro Sentono, tetapi dengan berbagai syarat. Syarat itu adalah selama mengandung hingga melahirkan Pariyem harus tinggal di Wonosari Gunung Kidul, rumahnya dan setelah anaknya sudah berusia satu tahun, Pariyem harus meninggalkan anaknya untuk mulai bekerja lagi. Pariyem pun menyanggupinya.

Bagi seorang Ibu, meninggalkan anaknya adalah hal yang terberat untuk dilakukan. Oleh karena itu, demi anak semata wayangnya ia rela bolak-balik Wonosari – Yogyakarta setiap bulan atau kadang setiap minggu.


Tuesday, September 3, 2013

Sinopsis Novel “Nayla” Karya Djenar Maesa Ayu


Nayla seorang anak yang pada waktu kecil mendapat hukuman badan dari ibu kandungnya. Saat usia Nayla masih belasan Ibu masih sering menghukum Nayla dengan menusukan peniti di vagina dan selangkangannya, hanya karena Nayla mengompol saat malam hari. Hukuman-hukuman yang diberikan Ibu kadang tidak sesuai dengan kesalahan yang dilakukan Nayla. 
Ibu juga mengajarkan Nayla untuk membenci Ayah kandungnya sendiri. Ibu juga sering mengajak Nayla untuk menemui laki-laki yang menjadi teman kencan Ibu. Ibu bahkan mengejak seorang laki-laki untuk tinggal di rumah. Nayla pun mengalami pelecehan seksual oleh lelaki simpanan Ibu yang tinggal di rumah.

Nayla merasa tertekan ikut dengan ibu dan tidak kuat dengan hukuman-hukuman yang diberikan Ibu. Nayla pun memutuskan untuk mencari ayah dan tinggal bersama ayah. Keputusannya itu membuat Ibu marah. Setelah dua bulan Nayla tinggal bersama Ayah, Ayah jatuh sakit dan meninggal dunia. Nayla pun memutuskan kembali ke rumah Ibu. Tetapi Ibu menutup rapat pintu rumahnya bahkan menyetujui keputusan Ibu tiri Nayla yang mengirim Nayla ketempat Panti Rehabilitasi Anak Pengguna Narkoba. Setelah keluar dari Panti itu Nayla pun hidup di jalanan. Nayla mengenal dunia malam bahkan Nayla menjadi seorang lesbian. 

 
Tokoh Juli membuat Nayla jatuh cinta pada perempuan. Juli yang pertama kali menolong Nayla saat Nayla tidak punya tempat untuk mengadu. Juli pun pergi karena merasa Nayla tidak bisa mencintai Juli lagi. Nayla pun sering berkencan dengan laki-laki lain. Sampai dia bertemu dengan Ben, laki-laki kaya yang memberikan segalanya buat Nayla tetapi tidak memberikan kepuasan batin. Nayla pun putus dengan Ben karena Nayla tidak mencintainya dengan sepenuh hati.

Nayla pun mencoba kemampuannya dalam menulis. Beberapa kali karyanya ditolak oleh beberapa media cetak. Tulisannya yang berjudul Laki-Laki Binatang akhirnya diterbitkan. Hal ini membuat nama Nayla Kinar menjadi terkenal karena tulisannya tentang tokoh Ibu yang ada dalam karya sastra. Tokoh Ibu yang membaca karya Nayla menjadi marah karena merasa yang ditulis Nayla merupakan gambaran dari diri Ibu dan laki-laki simpanannya. Nayla menjadi terkenal sampai diminta memvisualkan karya. Tetapi tokoh Nayla tidak bisa menggambarkan tokoh Ibu. Nayla tidak tahu bagaimana menggambarkan tokoh Ibu.


Thursday, October 4, 2012

Sinopsis Novel "Bumi Cinta" Karya Habiburrahman El-Shirazy

Saat itu Moskwa sedang musim dingin. Butiran-butiran salju berjatuhan dari langit Moskwa. Salju yang turun perlahan dan dingin membalut tulang tidak menghalangi arus lalu lalang orang-orang di bandara Sheremetyevo. 

Dua orang pemuda berwajah Asia Tenggara terlihat saling bercengkrama satu sama lain, mereka sudah sembilan tahun tidak bertemu. Yang baru keluar dari bandara itu bernama Muhammad Ayyas, dan temannya yang telah lama tinggal di Rusia bernama Devid. 

Tidak lama kemudian mereka bergegas menaiki taksi dan melaju ke sebuah apartemen yang telah disewakan oleh Devid untuk Ayyas selama melakukan penelitian terhadap sejarah Rusia dalam beberapa bulan kedepan.

Tanpa Ayyas duga sebelumnya, ia satu apartemen dengan dua orang nonik Rusia yang berparas sangat cantik. Padahal sejak dari kecil Ayyas tidak biasa dengan hal semacam itu, ia lemah terhadap perempuan cantik. Ia sangat taat beragama dan ia takut imannya akan runtuk bila tinggal bersama mereka. Namun menurut Devid, itulah yang terbaik untuk dirinya. 


Sejak saat itu lah, perjalanan hidup Ayyas dipenuhi dengan godaan. Belum lagi, asisten professor yang berparas sangat menawan yang membimbingnya dalam membuat tesis tersebut selalu menari di pelupuk matanya. Ayyas merasa ujian ini sangat berat.

Setelah cukup lama tinggal satu apartemen dengan dua orang nonik Rusia, Ayyas sangat terkejut, karena ternyata kedua orang itu bukanlah orang baik-baik. Seorang gadis bernama Linor, kepergok sedang melakukan perzinaan di ruang tamu apartemen bersama seorang anggota mafia Rusia. Bahkan mafia itu terang-terangan mengajak Ayyas untuk berzina bersama mereka. Namun Ayyas langsung masuk kamar dan menyalakan laptopnya serta memutarkan lantunan ayat suci Al Quran secara keras. 


Karena merasa terusik, mafia tersebut memaki Ayyas dan akhirnya perkelahian tidak bisa terelakkan. Akhirnya mafia tersebut kalah dan meninggal. Tidak hanya itu, ternyata Linor adalah seorang Zionis Israel yang sangat membenci Islam. Tidak berapa lama setelah itu, Ayyas mengetahui bahwa teman apartemen yang satu lagi yang bernama Yelena, ternyata adalah seorang pelacur kelas kakap di Moskwa, dan Yelena adalah seorang yang tidak percaya akan adanya Tuhan.

Sejak saat itu, Ayyas sering dihampiri oleh masalah. Linor sangat membenci Ayyas. Dengan berbagai cara ia berusaha menjebak Ayyas. Mulai dari berpakaian sangat tidak wajar di depan Ayyas, masuk ke kamar Ayyas secara diam-diam, bahkan menjebak Ayyas agar menjadi tersangka utama peledakan hotel. Namun kesemua itu tidak berhasil meruntuhkan kokohnya benteng keimanan Ayyas. 


Dan pada Akhirnya, Linor menemukan kenyataan bahwa sesungguhnya ia hanya anak angkat. Setelah diselidiki, ternyata ia adalah keturunan muslim Palestina. Ia sangat terpukul mengetahui hal itu, karena selama ini ia sangat bangga bahwa ia merupakan keturunan Yahudi. Namun kenyataannya, orang tua aslinya adalah dari golongan agama yang selama ini ia sebut sebagai agama primitif.

Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mempelajari dan mendalami Islam. Dan akhirnya ia pun memeluk islam. Suatu saat ia bermimpi bertemu dengan ibu kandungnya. Dalam mimpi itu ibunya berpesan agar ia mencari seseorang yang seperti Nabi Yusuf. Setelah ia mencari tahu cerita Nabi Yusuf, ia pun langsung teringat kepada Ayyas, pemuda yang selama ini ia benci karena memeluk Islam, dan pernah ia jebak agar bisa berzina bersamanya tetapi ditolak mentah-mentah. Ia merasa bahwa Ayyas sangat mirif sifatnya dengan nabi Yusuf. Ia pun mencari Ayyas dengan maksud menanyakan apakah Ayyas mau menjadikannya istri. 

Linor berangkat menemui Ayyas dengan berpakaian muslimah. Ayyas sampai tidak mengenalnya. Setelah ia menerangkan bahwa ia adalah Linor, Ayyas terkejut dan sangat bersukur karena Linor telah Tobat. Linor menceritakan semua kejahatan yang telah ia lakukan selama ini kepada Ayyas. Ayyas sempat mau marah, namun ia sadar bahwa tidak ada gunannya marah, karena Linor telah tobat. Linor pun menyampaikan maksud kedatangannya. Ayyas belum bisa menjawab saat itu.

Sementara Yelena, disiksa oleh pelanggannya dan di buang di lapangan terbuka saat salju turun dengan lebatnya. Yelena yang tidak percaya Tuhan, secara tidak sadar meminta pertolongan kepada Tuhan. Setelah itu ada pemuda yang bersedia menolongnya setelah beberapa orang dimintai pertolongan oleh seorang ibu yang menemukan Yelena, tidak bersedia membantu. Pemuda itu tidak lain adalah Ayyas yang kebetulan lewat di sana. 

Akhirnya Yelena dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kalau terlambat sedikit saja dibawa ke rumah sakit, maka Yelena tidak akan tertolong. Sejak saat itu, Yelena sangat berterimakasih kepada Ayyas. Bahkan ia mulai mempercayai Tuhan. Kepercayaan dirinya bahwa Tuhan benar-benar ada semakin mantap setelah menyaksikan dan mendengar seminar tentang ketuhanan yang diisi oleh cendekia-cendekia Rusia, termasuk Ayyas salah satunya.

Tidak lama setelah itu, Devid yang selama di Rusia menganut gaya hidup bebas, merasa tidak tahan lagi. Ia ingin segera menikah. Ia sempat ingin dinikahkan dengan adik seorang ustad. Tapi ia merasa tidak pantas. Lalu ia minta tolong Ayyas mencarikan calon istri untuknya. Ayyas menyarankannya dengan Yelena. Akhirnya Yelena mengucap dua kalimat sahadat dan memeluk Islam serta menikah dengan Devid. Mereka hidup bahagia.

Sedangkan Linor yang telah memeluk Islam dan telah bertemu Ayyas, belum mendapatkan kepastian dari Ayyas pada saat itu. Karena Ayyas tidak langsung memberikan jawaban, ia pun pamit dan berharap Ayyas bisa memberikan kepastian keesokan harinya. Saat Linor sudah berada di halaman depan rumah, Ayyas berubah pikiran. Ia akan langsung menerima dan menyanggupi untuk menjadi suami Linor. Namun Linor sudah terlalu jauh. 

Ayyas langsung bergegas ke jendela untuk meneriakkan bahwa ia sanggup. Tapi Linor sudah terlihat sangat jauh. Dan di belakang linor, Ayyas melihat ada sebuah mobil hitam yang dikendarai melaju ke arahnya. Ayyas melihat orang dalam mobil tersebut memegang senjata api. Ayyas berteriak memperingatkan Linor. Namun terlambat, Doooorrrrr…. Linor pun roboh saat itu juga. Ternyata orang tersebut menembak Linor. 
Ayyas langsung terkulai lemas tak berdaya menyaksikan linor yang telah jatuh bersimbah darah. Ia pun mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa dan kemudian berlari ke arah Linor yang telah terkapar. Ia mengangkat Linor ke pangkuannya. Linor bersimbah darah. Ia langsung meminta bantuan untuk membawa Linor ke rumah sakit. Tidak lama kemudian ada seorang ibu yang mengendarai mobil di dekat sana. Ayyas meminta bantuan kepada ibu tersebut, dan mobil tersebut langsung melaju ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama kepada Linor yang tertembak. 
Ayyas sangat menyesal, mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan dari Linor tadi. Dengan penuh penyesalan, Ayyas menangis terisak. Isakan yang kalau siapa saja melihat dan mendengarnya pasti akan tersayat hatinya. Isakan seorang pencinta sejati, yang mencintai kekasihnya karena Allah, lalu kehilangan kekasihnya karena Allah pula.
Sumber:  http://m1n0n35t4.blogspot.com