Showing posts with label ANALISIS. Show all posts
Showing posts with label ANALISIS. Show all posts

Monday, July 13, 2015

Kajian Stilistika Puisi “Kata” Karya Subagio Sastrowardoyo


Download Kajian Stilistika Puisi “Kata” Karya Subagio Sastrowardoyo : DOWNLOAD



Kata

Asal mula adalah kata
Jagat tersusun dari kata
Di balik itu hanya
ruang kosong dan angin pagi

Kita takut kepada momok karena kata
Kita cinta kepada bumi karena kata
Kita percaya kepada Tuhan karena kata
Nasib terperangkap dalam kata

Karena itu aku
bersembunyi di belakang kata
Dan menenggelamkan
diri tanpa sisa

(Daerah Perbatasan, 1982: 61)


Kajian stilistika puisi “Kata” bertujuan untuk mengetahui style ‘gaya bahasa’ yang digunakan oleh pengarang. Kajian stilistika dibagi dalam empat aspek yakni gaya bunyi, gaya kata (diksi), gaya kalimat, dan citraan.

1.Gaya Bunyi
Puisi “Kata” secara keseluruhan didominasi oleh adanya bunyi vokal /a/. Sedangkan bunyi konsonan yang dominan yaitu bunyi /k/ dan /t/. Hampir keseluruhan baris puisi ada asonansi a. Misalnya, pada baris pertama yaitu: asal mula adalah kata, pada baris kedua: Jagat tersusun dari kata, pada baris kedelapan: nasib terperangkap dalam kata. Baris kesembilan ada asonansi u yaitu pada kata itu dan aku. Adanya asonansi a pada hampir keseluruhan baris membuat puisi “Kata” mempunyai irama.

Aliterasi pada baris pertama dijumpai aliterasi l (asal, mula, adalah). Baris kedua ada aliterasi t (jagat, tersusun, kata). Baris keempat ada aliterasi ng (ruang, kosong, angin). Baris kelima ada aliterasi k dan t (kita, takut, kepada, momok, karena, kata). Baris keenam ada aliterasi k dan t, baris ketujuh ada aliterasi k dan t, baris kedelapan ada aliterasi k, baris kesepuluh ada aliterasi b, baris kesebelas ada aliterasi n.

Terdapat pengulangan rima awal dan akhir dalam puisi “Kata”. Rima awal dengan bunyi /k/ dan rima akhir dengan bunyi /a/. Rima awal /k/ terdapat pada baris keempat, sedangkan rima akhir /a/ terdapat pada baris 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 10, dan 12.

Penggunaan gaya bunyi dengan variasi dan rima pada puisi tersebut menimbulkan sebuah irama yang menciptakan efoni yang indah dan mengesankan.

2.Gaya Kata (Diksi)
Kata-kata dalam puisi “Kata” secara denotatif mudah dipahami karena kata-kata yang digunakan adalah kata-kata biasa yang sering digunakan atau didengar orang. Apabila dibaca bersambung, bait-baitnya menyatu membentuk sebuah narasi. Dalam kesendiriannya, masing-masing kata mudah dipahami makna denotatifnya, namun secara keseluruhan narasi puisi tersebut susah untuk dipahami. Hal ini karena penggunaan kata dalam puisi tersebut tidak semata-mata mengandung makna denotatif.

Penyair menggunakan kata-kata tersebut untuk mengungkapkan sesuatu. Sesuatu itulah yang dinamakan makna konotatif. Jadi, penggunaan kata konotatif dilakukan untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung. Penggunaan kata konotatif juga untuk menciptakan efek estetis. Hampir keseluruhan puisi “Kata” menggunakan kata konotatif karena pembaca tidak dapat memahami makna puisi tersebut hanya dengan mengungkap makna denotatifnya.

Sesuai dengan judulnya, puisi tersebut banyak menggunakan kata kata. Penyair mengungkapkan gagasannya dengan “bermain-main” dengan kata kata. Dalam puisi tersebut terdapat tujuh kata kata. Tujuh kata kata tersebut terdapat dalam 7 bait dari 12 bait keseluruhan puisi.

Pemilihan kata oleh penyair dalam puisi “Kata” membuat bait-bait puisi itu terasa indah diucapkan. Misalnya pada bait 5, 6, dan 7.

Kita takut kepada momok karena kata
Kita cinta kepada bumi karena kata
Kita percaya kepada Tuhan karena kata

Dalam tiga bait tersebut ada empat pengulangan kata (repetisi), yaitu kita, kepada, karena, dan kata. Pengulangan kata tersebut membuat sebuah irama yang mengesankan. Juga ada kata takut yang dipertentangkan dengan kata cinta.

Dalam puisi “Kata” ada penggunaan kata dengan objek realitas alam meskipun tidak terlalu kentara. Penggunaan kata jagat dirasa sangat cocok dengan digunakannya kata ruang kosong karena gambaran dari kata jagat adalah sebuah ruang kosong yang luas tak terbatas. Penggunaan kata dengan objek realitas alam lainnya adalah angin pagi.

Pilihan kata (diksi) dalam puisi “Kata” mempunyai efek sedih, berat, tragis, dan keputusasaan. Hal itu dapat terlihat dari penggunaan kata: ruang kosong, momok, terperangkap, bersembunyi, menenggelamkan, dan tanpa sisa. Dominasi bunyi konsonan k, p, t, s, dan vokal o, u menciptakan efek suasana kacau, tidak teratur, tidak menyenangkan, perasaan murung, sedih, gundah, dan kecewa.

Kesimpulan dari analisis gaya kata adalah puisi “Kata” selain menggunakan kata denotatif juga menggunakan kata konotatif untuk mengungkapkan gagasan dan untuk mencapai efek estetis. Penyair banyak menggunakan pengulangan kata juga penggunaan kata dengan objek realitas alam.

3.Gaya Kalimat
Salah satu ciri khusus puisi adalah pemadatan kalimat –meskipun tidak mutlak. Kepadatan kalimat dalam puisi “Kata” terlihat dari bait-baitnya yang dipandang dari sudut gramatikal merupakan kalimat yang tidak sempurna. Pemadatan kalimat dilakukan dengan menghilangkan kata-kata yang dianggap kurang penting dalam menyampaikan gagasan penyair. Pemadatan kalimat dalam empat bait pertama adalah sebagai berikut.

Asal mula (segala sesuatu) adalah kata
Jagat (juga) tersusun dari kata
(sedangkan) Di balik (jagat) itu hanya
(ada) ruang kosong dan angin pagi
.....................

Pemadatan kalimat tersebut dilakukan agar kalimat menjadi ringkas dan efektif serta dapat tercipta sebuah irama kata yang indah. Pembaca puisi dianggap sudah mengetahui atau minimal menduga-duga kata-kata yang dihilangkan dalam puisi sehingga kalimat menjadi padat. Pemadatan bait lainnya adalah sebagai berikut.

.....................
Kita takut kepada momok karena kata
Kita cinta kepada bumi (juga) karena kata
(dan) Kita percaya kepada Tuhan (juga) karena kata
(Bahkan) Nasib (pun) terperangkap dalam kata

(oleh) Karena itu aku
bersembunyi di belakang kata
Dan (aku) menenggelamkan
Diri(-ku sendiri) tanpa (ter-) sisa

Dapat disimpulkan bahwa puisi “Kata” terlihat kalimat-kalimat mengalami pemadatan. Pemadatan kalimat tersebut tidak mengganggu hubungan antarkalimat atau antarbait. Pemadatan kalimat tersebut dilakukan agar kalimat menjadi ringkas dan efektif serta bertujuan untuk mencapai efek estetis.

4.Citraan
Citraan dalam karya sastra berperan untuk menimbulkan pembayangan imajinatif bagi pembaca. Pada dasarnya citraan kata terefleksi melalui bahasa kias. Citraan kata meliputi penggunaan bahasa untuk menggambarkan objek-objek, tindakan, perasaan, pikiran, ide, pernyataan, dan setiap pengalaman indera yang istimewa. Citraan dibuat dengan pemilihan kata (diksi). Jenis-jenis citraan antara lain: citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerakan, citraan perabaan, citraan penciuman, citraan pencecapan, dan citraan intelektual.

Dalam puisi “Kata” penyair memanfaatkan citraan untuk menghidupkan imaji pembaca melalui ungkapan yang tidak langsung. Citraan visual (penglihatan) terlihat pada bait kedua dan keempat yaitu jagat dan ruang kosong. Kata jagat membangkitkan imaji pembaca dengan membayangkan penglihatan sebuah alam semesta yang luas dengan segala isinya. Sedangkan kata ruang kosong membangkitkan imaji pembaca dengan membayangkan penglihatan sebuah ruang yang kosong. selain itu, citraan visual terdapat pada kata bumi.

Citraan perabaan terdapat pada bait keempat yaitu pada kata angin pagi. Secara tidak langsung kata angin pagi menimbulkan imaji rasa dingin. Kita mengetahui adanya angin pagi dengan indera perabaan yaitu kulit dengan merasakan hawa dingin.

Kesimpulannya adalah puisi “Kata” memanfaatkan citraan untuk menghidupkan imaji pembaca dalam merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Citraan membantu pembaca dalam menghayati makna puisi. Puisi “Kata” memanfaatkan citraan visual (penglihatan) dan citraan perabaan.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Ma’ruf, Ali Imron. 2009. Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books Solo

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pradopo, Rachmad Djoko. 2008. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sastrowardoyo, Subagio. 1982. Daerah Perbatasan. Jakarta: Balai Pustaka

-----------------------------------
Download Kajian Stilistika Puisi “Kata” Karya Subagio Sastrowardoyo : DOWNLOAD



Thursday, May 8, 2014

Dimensi Sosial Komunitas Backpacker dalam Novel Supernova Episode Akar Karya Dewi Lestari: Tinjauan Sosiologi Sastra

Download tulisan:  Dimensi Sosial Komunitas Backpacker dalam Novel Supernova Episode Akar Karya Dewi Lestari: Tinjauan Sosiologi Sastra
------------------------------------------


BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Karya sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni. Sastra merupakan segala sesuatu yang ditulis dan dicetak. Selain itu, karya sastra juga merupakan karya imajinatif yang dipandang lebih luas pengertiannya daripada karya fiksi (Wellek dan Warren, 1995: 3-4). 

Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra dapat dengan bebas berbicara tentang kehidupan yang dialami oleh manusia dengan berbagai peraturan dan norma-norma dalam interaksinya dengan lingkungan sehingga dalam karya sastra (novel) terdapat makna tertentu tentang kehidupan.

Novel Supernova Episode Akar bercerita tentang perjalanan tokoh utama yaitu Bodhi dalam mencari “kesejatian” untuk mencapai kebahagiaan. Kisah petualangan Bodhi dalam pencarian “kesejatian” diawali dengan ia keluar dari vihara untuk pergi tanpa tujuan. Dalam petualangannya Bodhi banyak mendapat pengalaman berharga, mulai dari mennjadi cleaning service di sebuah penginapan sampai akhirnya Bodhi bertemu dengan beberapa backpacker dan Bodhi berkeinginan untuk pergi ke beberapa negara berpetualang tanpa tujuan dalam rangka mencari “kesejatian.

Komunitas backpacker mempunyai peran penting dalam kehidupan Bodhi sehingga Bodhi pun ikut menjadi seorang backpacker. Perjalanan Bodhi dan interaksi sosialnya dengan sesama backpacker menjadi ciri khas novel ini. Belum banyak novel yang mengangkat kehidupan sosial komunitas backpacker.

Salah satu novel yang mengangkat kehidupan backpacker adalah Edensor karya Andrea Hirata meskipun hanya sedikit. Dengan pengangkatan kehidupan sosial backpacker ini novel Supernova Episode Akar menjadi sebuah novel yang dapat memberi wawasan baru tentang dimensi sosial sebuah komunitas yang kurang lazim dalam masyarakat.

Dari uraian di atas, maka penulis tertarik mengadakan penelitian terhadap Novel Supernova Episode Akar dengan judul “Dimensi Sosial Komunitas Backpacker dalam Novel Supernova Episode Akar Karya Dewi Lestari: Tinjauan Sosiologi Sastra”.

Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimana struktur bangunan novel Supernova Episode Akar karya Dewi Lestari?
  2. Bagaimana dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar Air karya Dewi Lestari?

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Mendeskripsikan struktur bangunan novel Supernova Episode Akar karya Dewi Lestari.
  2. Menganalisis dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar Air karya Dewi Lestari.

Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis hasil penelitian ini dapat menambah wawasan keilmuan tentang dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar Air karya Dewi Lestari.

Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan acuan atau bahan referensi bagi penelitian terkait selanjutnya. Secara praktis penelitian ini dapat dijadikan acuan atau bahan referensi bagi penelitian terkait selanjutnya. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran sastra maupun pembelajaran sosiologi.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka 
Penelitian sosiologi sastra untuk mengungkap kehidupan sosial sebuah komunitas atau kelompok masyarakat dilakukan oleh Trianingrum (2008) dalam “Sikap Hidup Orang Jawa dalam Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari”. Hasil penelitiannya mendeskripsikan tentang (1) sikap orang Jawa dalam beragama yang meliputi sikap eling, pracaya, dan mituhu, (2) sikap orang Jawa dengan dirinya sendiri yang meliputi sikap rila, nrima, dan sabar serta (3) sikap orang Jawa dalam kehidupan bermasyarakat yang meliputi sikap ethok-ethok, wedi, isin, dan sungkan.

Nugroho (2007) melakukan penelitian dengan judul “Perilaku Sosial Tokoh Utama dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Suryadi Agustinus”. Tujuan penelitian adalah mengemukakan penokohan dan perilaku sosial tokoh utama dalam prosa lirik Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi Agustinus, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini memperlihatkan tokoh dan penokohan tokoh utama dalam prosa lirik Pengakuan Pariyem, perilaku sosial Pariyem dalam konteks budaya Jawa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sosial tokoh utama dalam prosa lirik Pengakuan Pariyem. Penelitian-penelitian di atas mempunyai relevansi dengan penelitian ini yaitu berupaya untuk mengungkap kehidupan sosial tokoh atau kelompok masyarakat (komunitas) dalam sebuah novel dengan menggunakan kajian sosiologi sastra.

Sepengetahuan penulis, belum ada kajian sosiologi sastra terhadap novel Supernova Episode Akar untuk mengungkap dimensi sosial komunitas backpacker.

Landasan Teori
Struktur Novel Novel merupakan salah satu bentuk sastra yang berbentuk prosa. Kejadian yang terdapat dalam novel merupakan khayalan atau rekaan yang diceritakan oleh pengarang. Novel memiliki unsur-unsur pembangun cerita. Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajinatif, yang dibangun melalui berbagai unsur seperti peristiwa, plot, tokoh (dan penokohan), latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja, bersifat imajinatif (Nurgiantoro, 2007: 4). Stanton (2007: 22) mendeskripsikan unsur-unsur pembagian struktur fiksi terdiri atas tema, fakta cerita, dan sarana sastra.

Tema merupakan makna penting atau gagasan utama dalam sebuah cerita. Fakta cerita merupakan aspek cerita yang berfungsi sebagai elemen-elemen catatan kejadian imajinatif dari sebuah cerita. Fakta cerita terdiri atas alur, tokoh, dan latar. Sarana cerita adalah metode pengarang dalam memilih dan menyusun detil agar tercapai pola-pola yang bermakna. Fungsi sarana sastra adalah memadukan fakta cerita dan tema sehingga makna sastra dapat dipahami dengan jelas. Sarana cerita terdiri atas sudut pandang, gaya bahasa dan suasana, simbol-simbol, imajinasi, dan juga cara-cara pemilihan judul di dalam karya sastra.

Komunitas Backpacker

Backpacker adalah istilah yang secara historis telah digunakan untuk menunjukkan suatu bentuk murah, perjalanan nasional/internasional independen. Ketentuan seperti perjalanan independen dan/atau anggaran perjalanan sering digunakan bergantian dengan backpacker. Faktor-faktor yang secara tradisional membedakan backpacker dari bentuk pariwisata lain tetapi tidak terbatas pada hal berikut: penggunaan angkutan umum sebagai sarana perjalanan, preferensi penginapan sampai hotel tradisional, lama perjalanan liburan vs konvensional, penggunaan ransel, suatu kepentingan dalam rapat lokal, dan juga melihat pemandangan/wisata.

Backpacker sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah bisnis telah berkembang cukup dalam (era tahun 2000-an) sebagai biasa dari maskapai penerbangan bertarif rendah, hotel atau akomodasi anggaran di banyak bagian dunia, dan komunikasi digital dan sumber daya membuat perencanaan, pelaksanaan, dan melanjutkan perjalanan backpacking jangka panjang lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Meskipun tidak ada kepastian mengenai asal backpacker, akar-akarnya dapat dilacak, setidaknya sebagian, ke jalur Hippie tahun 1960-an, dan 1970-an yang kemudian diikuti bagian-bagian dari Jalan Sutera tua. (http://raddien.blogspot.com)

Sosiologi Sastra
Sosiologi adalah telaah yang obyektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat, telaah tentang lembaga dan proses sosial. Seperti halnya sosiologi, sastra juga berurusan dengan manusia dalam masyarakat dengan di dalamnya terdapat usaha manusia untuk menyesuaikan diri dan usahanya untuk mengubah masyarakat itu. Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan ini oleh beberapa penulis disebut sosiologi sastra. (Damono, 1978: 6)

Istilah sosiologi sastra pada dasarnya tidak berbeda pengertiannya dengan pendekatan sosiologis atau sosiokultur terhadap sastra. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Pertama, pendekatan yang berdasarkan anggapan bahwa sastra merupakan cermin proses sosial ekonomi belaka. Pendekatan ini bergerak dari faktor luar sastra untuk membicarakan sastra. Kedua, pendekatan yang mengutamakan teks sastra sebagai bahan penelitian. Metode yang digunakan dalam sosiologi sastra ini adalah analisis teks untuk mengetahui lebih dalam lagi gejala di luar sastra. (Damono, 1978: 2)

Menurut Wellek dan Warren (1995: 111) hubungan sastra dengan masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Pertama, sosiologi pengarang, profesi pengarang, dan situasi sastra. Masalah yang berkaitan di sini adalah dasar ekonomi, produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang dan ideologi pengarang yang terlihat dari berbagai kegiatan di dalam karya sastra. Kedua, isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Ketiga, permasalahan pembaca dan dampak sosial sastra. Dalam penelitian ini sosiologi sastra digunakan untuk mengungkap dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar.


BAB III STRUKTUR BANGUNAN NOVEL SUPERNOVA EPISODE AKAR 
Berdasarkan teori Stanton, analisis struktur bangunan novel Supernova Episode Akar akan membahas tema, alur, tokoh, dan latar.

1. Tema
Novel Supernova Episode Akar mengangkat kehidupan tokoh utama, Bodhi. Petualangannya dalam rangka menemukan “kesejatian”. Kesejatian tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang selama ini jadi bahan perenungan dan kebimbangan Bodhi. Bodhi yang yatim piatu juga ingin mengetahui sebenarnya ia dari mana asalnya. Novel ini mengangkat sebuah kehidupan yang serba tidak pasti yang digambarkan lewat kehidupan seorang Bodhi dengan perjalanan backpacking-nya. Dalam kehidupan ini kita tidak tahu pasti apa yang akan kita hadapi.

2. Alur
Alur yang digunakan dalam novel Supernova Episode Akar adalah alur campuran. Novel Supernova Episode Akar terdiri dari tiga bagian, yaitu: “Keping 34”, “Keping 35”, dan “Keping 36”. Keping 34 menceritakan tokoh Gio yang bertemu Chaska di Bolivia. Alur yang digunakan adalah alur maju. Keping 35 dimulai dengan kisah Bodhi pada masa kini. Kemudian kisah dengan alur mundur, yaitu Bodhi bercerita tentang pengalaman masa lalunya. Keping 35 pertama-tama menggunakan alur maju, kemudian alur mundur, selanjutnya alur maju. Alur keping 35 merupakan alur yang sangat kompleks. Keping 36 menggunakan alur maju.Berikut digambarkan alur novel Supernova Episode Akar.

3. Penokohan
1) Bodhi

Tokoh utama dalam novel Supernova Episode Akar adalah Bodhi. Bodhi adalah seorang laki-laki yang yatim piatu sejak kecil. Secara fisiologis, Bodhi berbadan kurus, kepalanya gundul, pada kepalanya ada susunan tulang seperti tulang belakang yang membelah mulai dari pucak dahi ke belakang dan menghilang perlahan di pangkal tulang leher. 

"Ini bisa dipakai untuk menjelaskan kenapa ada susunan tulang seperti tulang belakang membelah kepalaku, mulai dari puncak dahi ke belakang dan menghilang perlahan di pangkal tulang leher. Mereka menjulukiku Klingon. Padahal sisa tubuhku yang lain sama seperti manusia biasa, jidatku tak lantas berlipat, dan aku pun kurus, tidak tinggi besar seperti makhluk Klingon dalam Star Trek." (halaman 29) 

Penokohan Bodhi adalah sebagai berikut:
a. Putus asa terhadap kehidupan / membenci kehidupan Bodhi adalah tokoh yang kehidupannya penuh penderitaan, khususnya penderitaan batin. Sumber penderitaannya adalah ketidaktahuan akan identitasnya dan terutama indera keenam yang dimilikinya.
"Aku ingin si 'aku' mati. Siapapun itu sesungguhnya. Karena hidup ini terlalu sakit. Capek. Mau muntah. BLAH! PUAH! Hrrrrgkh . . . ]" (halaman 20)

b. Selalu merasa bimbang dan takut Karena masa lalunya dan pengalaman dengan indera keenamnya, Bodhi menjadi sosok yang mudah takut dan bimbang.
"Dan kalimatnya menggetarkan nadiku. Empat bulan lebih aku tidak merasakan keanehan apa-apa. Empat bulan lebih aku terbebas dari takut Tapi detik itu, aku kembali merasa terancam." (halaman 51)

2) Kell
Kell adalah seorang laki-laki berumur sekitar 35-an. Ayahnya orang Irlandia, ibunya orang Mesir. Kell berwajah tampan. Sifat tokoh Kell adalah suka berpetualang, humoris, dan mudah bergaul.
Namanya Kell. Umurnya barangkali sekitar 35-an. Ayahnya orang Irlandia yang juga pengelana, menikahi wanita Mesir, dan jadilah dia dengan kombinasi genetika yang sempurna. Kami semua berpikir kenapa dia tidak jadi bintang film. (halaman 49)
Di kamar, duduk santai di atas kantong tidurku, mereka bernyanyi bersahutan. No woman, no cry . . . , Kell bernyanyi asyik menghadap plafon, disambut si pria Thailand. No wo-man, no ka-aii!! Memangnya kamu sudah lama kenal dia? Aku bertanya pada Kell. Yang ditanya menggeleng sambil tertawa jahil. Nggak tuh, saya ngaku kenal kakaknya yang dagang kue di dekat pos polisi Khao San, jawab Kell ringan. (halaman 61) 

3) Guru Liong
Guru Liong (Zang Ta Long) adalah seorang biksu yang berasal dari China. Guru Liong adalah orang yang mengasuh dan membesarkan Bodhi. Guru Liong mempunyai sifat penyayang, rajin, dan sabar. 

4) Gio 
Gio adalah seorang laki-laki yang punya pendirian kuat (keras kepala). Hal itu diperlihatkan saat ia memutuskan akan pergi ke Amazon untuk mencari Diva. 

5) Chaska 
Chaska adalah wanita janda kebangsaan Bolivia dan ia mempunyai anak bernama Paulo. Chaska menyayangi Gio dan menganggap Gio seperti anak kandungnya sendiri. Chaska mempunyai sifat humoris. 

6) Tristan Sanders 
Tristan Sanders adalah seorang backpacker asal Australia berambut gondrong. Ia adalah orang yang baik yang mau membantu Bodhi. Di awal tidak diceritakan agamanya, tetapi ketika Bodhi bertemu dengan Tristan Sanders, Tristan sudah menjadi seorang Budha yang taat. 

7) Star (Ishtar Summer) 
Star adalah seorang wanita cantik. Ia tamu di penginapan Srinthip dan satu kamar dengan Bodhi dan kawan-kawannya. Star berasal dari USA. 

Selain tokoh-tokoh di atas, ada beberapa tokoh lain yang hanya sekilas muncul dalam novel yaitu: Azmil (tamu penginapan), Pak Sembiring (satpam penginapan), Ompung Berlin (pembuat pasport palsu), Jan, Clark, Robin, dan Yvonne (teman sekamar Bodhi), Keo (pemandu wisata), Georgy (backpacker dari Jamaika), Luca (backpacker yang bekerja di ladang opium dan marijuana), Dieth (sopir kendaraan penumpang), Sorn Sum (seorang tentara Khmer), Epona O’Leary (pekerja CMAC), Neang Ry (pekerja CMAC), Michael Simone (pekerja CMAC), Khieu Tang (pekerja CMAC), Bong (Ketua komunitas punk), serta Nabil dan Fadil (anak orang kaya yang mengikuti aliran punk). 

Karena hanya sekilas muncul, maka sifat tokoh-tokoh tersebut tidak perlu dijelaskan secara rinci. 

4. Latar 
a. Latar Tempat 
1) Bolivia 
Perjalanannya ke Bolivia kali ini merupakan kala keenam Gio mengunjungi Rio Tuichi, tepat dalam jantung Taman Nasional Madidi yang melingkup dari Andes sampai Amazon. (halaman 4) 

2) Indonesia (Bandung, Surabaya, dan Medan) 
Aku baru tiba di stasiun Bandung dengan tujuan awal vihara Vipassana Graha di Desa Sukajaya, Lembang, yang kata orang jauh sekali sampai mendekati Cimahi. (halaman 23-24) Saya belajar hampir segalanya di Vihara Pit Yong Kiong, daerah Lawang, 6o-an km dari Surabaya ke selatan. (halaman 30) 
Menyusupkan saya ke rombongan pandita yang akan pergi ke Medan, membelikan tiket,... (halaman 40) 

3) Thailand 
Hiruk-pikuk Hua Lamphong di kupingku mereda. Aku pun lanjut bercerita. Bangkok merupakan babak baru. Kelahiran baru.(halaman 48) 

4) Laos 
Perjalanan ke Laos memang bagai mimpi, yang justru membuatku tersadar, sudah terlalu lama aku di Bangkok. (halaman 92)
5) Kamboja 
Setengah jam kemudian, pemandangan berubah. Kami telah tiba di kota. Pailin. (halaman 147) 

b. Latar Waktu 
Tidak dijelaskan secara eksplisit waktu terjadinya kisah dalam novel. Yang ada adalah waktu masa kini yaitu penceritaan pada keping 34 dan keping 63, serta sedikit bagian pada keping 35. Waktu masa lalu terlihat dalam keping 35 yaitu saat Bodhi menceritakan perjalanannya dari vihara sampai ke Kamboja.


BAB IV DIMENSI SOSIAL KOMUNITAS BACKPACKER DALAM NOVEL SUPERNOVA EPISODE AKAR 

Sebagai sebuah komunitas, backpackers mempunyai sebuah konvensi sosial tersendiri yang menjadi ciri khasnya. Petualangan yang menjadi tujuan backpacker membuat komunitas ini secara sadar maupun tidak sadar saling membutuhkan antarsesama backpacker. Dalam interaksinya dengan sesama akan muncul berbagai tradisi berkaitan dengan kekhasan komunitas backpackers. Interaksi dengan selain komunitasnya, lebih-lebih interaksi dengan masyarakat di negara kunjungan menjadi sebuah interaksi yang penting bagi backpecker.

Dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar meliputi: (1) penguasaan beberapa bahasa asing, (2) tidak adanya diskriminasi dalam komunitas, dan (3) adanya sikap saling percaya dan setia kawan antar sesama backpacker.

1. Penguasaan Beberapa Bahasa Asing
Tujuan backpakers adalah mengunjungi tempat-tempat tertentu yang sudah direncanakan. Tempat-tempat tersebut tidak terbatas di dalam negeri saja. Perjalanan backpacker adalah perjalanan lintas negara. Seorang backpacker akan mengunjungi sebuah negara yang di negara tersebut terdapat tempat yang layak atau harus ia kunjungi. Bahkan perjalanan ke luar negeri tersebut dirasakan sebagai perjalanan yang lebih menantang dan lebih menyenangkan.

Dalam kunjungannya ke negara lain, seorang backpacker diharuskan sedikit menguasai bahasa negara tersebut. setidaknya backpacker mempunyai kamus bahasa negara tersebut. Di awal-awal kunjungannya di negara lain, backpacker akan merasa kesulitan dalam komunikasi. Dalam novel Supernova hal ini ditunjukkan dalam paragraf berikut.
Bangkok merupakan babak baru. Kelahiran baru. Berbekal bahasa Mandarin sepotong-sepotong, Inggris seadanya, dan bahasa Pali —yang sedikit banyak dipakai, setidaknya oleh komunitas Buddhis— saya belajar bertahan. Buku dari Tristan saya baca setiap hari. Dan sedikit demi sedikit mencoba mulai belajar bahasa Thai, dimulai dengan cuma ngomong 'sawat-dii krup' [kalimat kedua yang kukuasai adalah phom kin tae phak = ‘saya cuma makan sayur’]. (halaman 48) 

Apabila seorang backpacker tidak mengerti bahasa tempat singgahnya sama sekali, maka komunikasi yang terjalin hanyalah komunikasi dengan bahasa isyarat.
Teou nak niyay pheasa Khmer teh? Ia bertanya. Aku menggeleng tak mengerti. (halaman 160)
Hari ketiga aku tidak tahan lagi. Kuambil sapu lidi dari tangan si ibu pada satu pagi dan kusapu halaman mereka bersih-bersih. Lalu kuikuti si pemuda, yang ternyata pergi ke sawah. Kuambil cangkulnya dan kucangkuli keempat petak yang ingin ditanaminya sampai sore. Keduanya diam memandangi. Namun inilah komunikasi kami yang pertama. Aku, tamu serambi mereka, yang ingin mengungkapkan rasa terima kasih tapi tidak tahu bagaimana caranya. Mereka—tuan rumah— barangkali kurang nyaman dengan kehadiranku, tapi tak tahu cara mencairkan hubungan karena ketidaksamaan bahasa. Mencangkul dan menyapu merupakan bahasa yang kami sama-sama pahami. (halaman 146-147) 

Semakin lama seorang backpacker tinggal di sebuah negara, maka penguasaan bahasanya menjadi semakin baik dan lancar. Jadi, apabila seorang backpacker sering mengunjungi negara-negara lain dan tinggal cukup lama, maka ia akan sedikit menguasai bahasa negara-negara tersebut.
Dorothy —yang keluar rumah sejak umur empat belas itu— alasannya ribut dengan ortu. Ia angkat kaki dari Greenwich dan tak pernah pulang lagi. Bahasa Melayunya lancar bak berondongan peluru senapan otomatis, bahasa Thainya juga. (halaman 46) 

Kadang tuturan seorang backpacker melibatkan lebih dari satu bahasa apabila mitra tuturnya adalah dua orang atau lebih yang berbeda bahasa. Dalam sosiolinguistik hal seperti ini disebut alih kode atau campur kode. Alih kode terjadi apabila seorang penutur menggunakan bahasa tertentu dalam komunikasi dengan mitra tutur kemudian beralih ke bahasa lain yang dimengerti oleh mitra tutur lain yang tidak mengerti bahasa pertama yang digunakan penutur. Campur kode terjadi saat penutur mencampurkan kosa kata dari dua bahasa atau lebih dalam percakapannya.

Alih kode dapat dilihat dalam kutipan berikut.
Dengan kualitas aktor sejati, ia mempertahankan ritme mengagumkan antara tawa terbahak dan cerocosan bilingual, hampir tiap lima belas detik, bergonta-ganti dari bahasa Thai ke bahasa Inggris. (halaman 62) 
Lok Neang! Khieu Tang agak terkejut. Seperti tidak menyangka petinggi macam Lok Neang ini mau turun untuk membantu tim kecilnya. Johm riab sua, ia menyapa hangat. Sorry, I don't speak Khmer, Neang menggeleng sopan. It's an honor to have you here, Khicu Tang cepat menimpal. Ia mengangguk ramah kepada kami berdua. Johm riab sua. Sohksabaay? Kh'nyohm ch'muah Kell. Kell menjabat tangannya. (halaman 181) 

Campur kode dapat dilihat dalam kutipan berikut.
Gio berhenti minum. "Perdon? Mo dice? Lo siento, senor, tapi saya tidak mengerti —" (halaman 5)
“Saya—saya baik-baik. Tapi, ini bukan tentang saya. Tu amiga….” Paulo berhenti sejenak, berat sekali mengatakannya. "Tu amiga, senorita Anastasia…." (halaman 8) 

Jadi, ciri khas komunitas backpacker adalah penguasaan beberapa bahasa asing. Masing-masing backpacker mempunyai kemampuan penguasaan bahasa asing yang berbeda-beda tergantung banyaknya pengalaman.


2. Tidak Ada Diskriminasi dalam Komunitas
Komunitas backpacker terdiri dari orang-orang dari berbagai daerah dan berbagai negara. Karena kesamaan kesenangan, yaitu backpacking, komunitas mereka terbentuk tanpa ikatan apapun selain ikatan kesamaan kesenangan dan nasib. Maka, anggota komunitas backpacker bisa dari berbagai suku, bangsa, agama, atau kepercayaan. Dalam novel Supernova: Episode Akar diperlihatkan adanya kelompok backpacker yang terdiri dari orang-orang dengan berbagai macam kebangsaan.
Tapi salah naik bus ke Butterworth-lah yang akhirnya mempertemukanku dengan Tristan Sanders, backpacker gondrong asal Australia yang sedang berkeliling Asia Tenggara. Aku dibawa ke komunitasnya, sesama backpacker. Mereka berkumpul di Butterworth dan ramai-ramai mau pergi ke Thailand lewat darat. Di antara mereka ada yang sudah backpacking di Asia selama lima-sepuluh tahun, bahkan lebih. Ada yang mulai jalan sejak umur empat belas tanpa berhenti. Kalau bicara soal sebab-musabab dan motivasi, jelas macam-macam. Dorothy—yang keluar rumah sejak umur empat belas itu—alasannya ribut dengan ortu. Ia angkat kaki dari Greenwich dan tak pernah pulang lagi. (halaman 45-46) 

Tidak adanya diskriminasi juga diperlihatkan dalam cerita saat Bodhi berada di Golden Triangle. Di Golden Triangle banyak berkumpul backpackers yang kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan. Kemudian mereka bekerja di Golden Triagle memetik opium atau marijuana. Komunitas backpacker di Golden Triangle terdiri dari berbagai macam kebangsaan.
Hampir dua minggu di sini, cuma kami berdualah yang konstan nongkrong di periferi. Delegasi tercatat tapi tidak pernah aktif ikut 'Sidang Umum',... (halaman 45-46) 

Seorang backpacker tidak akan memandang rendah backpacker lainnya yang berasal dari negara lain. Bahkan setiap backpacker akan merasa senang dan simpati apabila bertemu dengan backpacker lainnya. Ungkapan simpati tersebut dapat diwujudkan dengan komunikasi yang ramah dan pemberian bantuan apabila diperlukan. Bahkan saling bertukar barang (peta atau kamus bahasa) sudah menjadi semacam tradisi bagi komunitas backpacker.

Tradisi tukar barang tersebut selain bentuk kepedulian terhadap sesama backpacker juga dalam rangka menghemat biaya. Daripada membeli peta atau kamus baru lebih baik saling tukar dengan backpacker lainnya.

Keramahan komunitas backpacker dapat dilihat dalam kutipan berikut.
Ah, Jamaika. Land of. . . reggae, aku berkomentar. Hanya itu yang kutahu. Georgy tampak sangat senang. Kamu suka reggae, Bodhi? Ia mengucapkan namaku dengan huruf 'D' bertumpuk. BoDDDi. (halaman 111) 

Tradisi saling bertukar barang terlihat dalam kutipan berikut.

Dan saya tahu kamu tidak memiliki cukup uang untuk membeli ini, lanjutnya lagi, tapi kamu harus punya. Tristan menyerahkan sebuah buku: Lonely Planet Thailand'. Travel Survival Kit.
Ada satu dorongan menggelegak, membuatku tergopohgopoh merogoh kantong celana, dan menjejalkan tasbih kayuku ke dalam genggamannya. (halaman 47) 
Di terminal bus menuju Vientiane, aku bertukar kitab dengan seorang backpacker. Namanya Andrea Roth, cewek Jerman yang janjian mau ketemu pacarnya di Udon Thani. (halaman 93)

3. Kesetiakawanan yang Tinggi Antarsesama Backpacker
Kesamaan hobi dan kesamaan nasib membuat hubungan antarindividu di dalam komunitas menjadi lebih erat. Timbul rasa percaya yang tinggi terhadap backpacker lain. Kepercayaan itu diungkapkan dengan berbagai macam tidakan, seperti mempercayai perkataan, memberikan uang, atau memberikan pertolongan. Kepercayaan tersebut melahirkan sikap kesetiakawanan yang tinggi di dalam komunitas backpacker. Seakan-akan komunitas backpacker adalah sebuah keluarga.


Sifat setia kawan tersebut juga ditunjukkan kepada backpacker yang baru dikenal. Seorang backpacker mempunyai penampilan yang khas sehingga mudah dikenali oleh backpacker lainnya. Dalam novel dikisahkan Bodhi yang baru bertemu pertama kali dengan Tristan Sanders, dan Tristan Sanders sudah mempercayai Bodhi dan mau membantu Bodhi.
Tristan berkata, “Bodhi, my baldy mate, saya tahu kamu bisa menjaga diri. Tapi, kalau ada apa-apa, ingatlah untuk mencari kami-kami ini,” katanya sambil menepuk ransel besar di punggung. Identitas kaumnya. Dia lalu memberikan daftar nama, nomor kontak, alamat e-mail, kafe, dan hotel. Dan saya tahu kamu tidak memiliki cukup uang untuk membeli ini, lanjutnya lagi, tapi kamu harus punya. Tristan menyerahkan sebuah buku: Lonely Planet Thailand'. Travel Survival Kit. (halaman 47) 

Selain itu, ditunjukkan juga saat Bodhi baru pertama kali bertemu dengan seorang backpacker dari Jamaika, Georgy. Georgy mempercayai Bodhi dan menolong Bodhi dengan memberi uang dan menunjukkan jalan.
Kamu sedang dalam kesulitan, Bodhi? Ia setengah bertanya setengah menjawab. Uang saya juga tidak banyak dan perjalananku masih jauh. Saya tidak bisa bantu kamu. Tapi . . . ini. Di dekat gelas tehku, ia meletakkan selembar lima ribu kip. Georgy lalu menunjuk ke arah jendela yang terbuka. Tepatnya, ke sebuah bukit yang karena jauh bersemu biru. Bodhi, kalau kamu berjalan ke arah bukit itu, lalu menyeberangi satu sungai kecil, kamu akan masuk lagi ke Laos. (halaman 114) 

Kesetiakawanan paling kuat dalam novel adalah kesetiakawanan antara Bodhi dan Kell. Kell yang memang dari awal sudah mencari Bodhi karena ikatan batin, menolong Bodhi dalam mengatasi masalahnya. Kell juga yang banyak memberi nasehat kepada Bodhi dan mengarahkan jalan Bodhi. Hubungan antara Bodhi dan Kell sangat erat sampai Bodhi nekat menyeberang ke Laos dengan menempuh bahaya untuk menemukan Kell.


BAB V PENUTUP 
Novel Supernova Episode Akar dianalisis struktur bangunannya dengan menggunakan teori Stanton dan dikaji dimensi sosial komunitas backpacker dengan tinjauan sosiologi sastra. Hasil dari analisis struktur bangunan novel disimpulkan bahwa novel Supernova Episode Akar mengandung tema perjalanan manusia dalam mencapai tujuan hidup, “kesejatian”, atau kebahagiaan hakiki. 

Alur yang digunakan adalah alur campuran antara alur maju dan alur mundur. Tokoh dalam novel adalah Bodhi dengan beberapa tokoh pendukung. Latar dalam novel meliputi banyak negara yaitu: Indonesia, Thailand, Laos, dan Kamboja. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang persona ketiga: “dia” (“dia” mahatahu) dan sudut pandang persona pertama “aku” (“aku” tokoh utama). Ragam bahasa yang digunakan dalam novel adalah ragam bahasa campuran, yaitu bahasa formal, bahasa gaul, dan bahasa asing. Unsur-unsur tersebut membentuk sebuah kesatuan yaitu teks naratif novel. 

Kajian dimensi sosial komunitas backpacker dalam novel Supernova Episode Akar menunjukkan bahwa novel ini banyak mengangkat kehidupan sosial backpacker. Hasil kajian dapat mengungkap dimensi sosial komunitas backpacker tersebut. Kehidupan sosial komunitas backpacker antara lain: (1) penguasaan beberapa bahasa asing, (2) tidak adanya diskriminasi dalam komunitas, dan (3) kesetiakawanan yang tinggi antarsesama backpacker.


DAFTAR PUSTAKA 
Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Depdikbud 

Dee. 2003. Supernova Episode Akar. Bandung: Truedee Books 

Nugroho, Andhi. 2007. “Perilaku Sosial Tokoh Utama dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Suryadi Agustinus”. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. 

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 

Raddien. 2010. “Pengertian Backpacker”, (http://raddien.blogspot.com, diakses tanggal 05 Juli 2010) 

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 

Trianingrum, Diah. 2008. “Sikap Hidup Orang Jawa dalam Novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari”. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang 

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusasteraan (Terjemahan Melani Budianto). Jakarta: Gramedia.


-----------------------------------------------------------------------
Download tulisan:  Dimensi Sosial Komunitas Backpacker dalam Novel Supernova Episode Akar Karya Dewi Lestari: Tinjauan Sosiologi Sastra

DOWNLOAD
-----------------------------------------------------------------------


Sinopsis Novel Supernova Episode Akar Karya Dewi Lestari
Kisah dimulai dengan Gio yang datang ke Bolivia mengunjungi Chaska. Seorang janda yang mempunyai anak bernama Paulo. Paulo adalah sahabat Gio. Gio sudah dianggap seperti anak kandung oleh Chaska. Gio mendapat kabar bahwa Diva hilang di belantara Amazon. 
Gio berencana untuk mencari Diva ke Amazon Sementara di belahan dunia lain, tokoh utama bernama Bodhi memulai kisahnya. Bodhi, yang terlahir yatim piatu, dibesarkan oleh penjaga vihara bernama Guru Liong di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Bodhi terbebani oleh kemampuan indra keenamnya yang terlampau kuat sampai-sampai ia frustrasi. 

Dengan berniat mencari “kesejatian” atas takdirnya, Bodhi memilih keluar dari vihara saat usianya menginjak 18 tahun. Petualangannya sebagai backpacker dimulai dari Medan hingga mendaratkannya di Bangkok. Di sana ia dipertemukan dengan Kell, seorang ahli tato. Kell menemui Bodhi dengan membawa sebuah misi yaitu ingin mentato tubuhnya sekali lagi dan yang harus mentatonya adalah Bodhi. 

Kell mengajari Bodhi mentato. Kemudian Bodhi pergi ke Laos untuk mencari ketenangan. Setelah itu ia kembali ke Thailand dan mendapati Kell sudah tidak berada di Thailand lagi. Bodhi bertekad mencari Kell, dan akhirnya Bodhi bertemu dengan Kell di Kamboja. Misi mereka yaitu mentato tubuh Kell untuk terkhir kalinya akhirnya terlaksana. Bodhi kembali ke Indonesia, bergabung dengan komunitas punk yang dipimpin oleh Bong. 

Bodhi melanjutkan profesinya sebagai seniman tato dan penyiar radio gelap. Dalam setiap langkah, Bodhi terus mencari akar asal-usulnya.


Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy


Download tulisan: Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy (pdf)
DOWNLOAD

--------------------------------------------


Tulisan ini membahas hasil analisis dengan pendekatan strukturalisme pada novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy. Hasil analisis dalam tulisan ini meliputi unsur internal yang terdiri dari: (1) tema, (2) fakta cerita yang terdiri dari tokoh dan penokohan, plot, setting, dan (3) sarana cerita yang terdiri dari sudut pandang dan gaya bahasa.

1. Tema
Tema atau ide pokok dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah perjuangan seorang santri dalam hidup agar tetap mencintai Allah. Tema ini menjiwai seluruh perjalanan tokoh utama. Dalam novel tersebut diceritakan bagaimana beratnya perjuangan Muhammad Ayyas selaku tokoh utama agar tetap mencintai Allah lebih dari mencintai yang lain. 
Saat itu dia berada di Moskwa selama tiga bulan melaksanakan penelitian dalam rangka penyelesaian tesis S2 nya di bidang sejarah Islam Rusia, godaan-godaan wanita muda Rusia sangatlah berat baginya. 
Terdapat tiga orang wanita cantik Rusia yang selalu berinteraksi dengannya, dua dari wanita muda cantik tersebut merupakan teman satu apartemennya, Yelena dan Linor, dan satu lagi merupakan dosen pembimbingnya, doktor muda, pakar sejarah yang cantik jelita, Doktor Anastasia Palazzo. 

Sampai detik terakhir perjalanannya di Moskwa, Rusia, Muhammad Ayyas berhasil melewati ujian berat itu, dan justeru dua teman seapartemennya itu pada akhirnya memeluk Islam yang mana sebelumnya Yelena merupakan perempuan pelacur kelas atas yang atheis yang pernah gonta ganti agama, dan Linor perempuan Yahudi fanatik, agen rahasia Mosad yang telah banyak membunuh manusia, secara langsung dan tak langsung.

Doktor Anastasia Palazzo, tetap pada pendiriannya sebagai wanita Katholik ortodoks. Cinta Anastasia tak sempat berlabuh di hati Muhammad Ayyas, karena Ayyas sudah harus kembali ke kampus asalnya India, dan Indonesia negara asal yang mengirimnya kuliah ke India. 


2. Fakta Cerita
Fakta cerita yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) penokohan, (2) plot, dan (3) setting.

a. Penokohan
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy terdiri dari satu tokoh utama, yaitu Muhammad Ayyas dan tiga tokoh tambahan, yaitu Yelena, Linor, Doktor Anastasia Palazzo

1) Muhammad Ayyas
Pemuda ini berasal dari Indonesia, pernah menjadi santri sebelum kuliah jenjang S1 di Madinah. Dia melanjutkan S2 di India dan mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan tesisnya di Rusia dengan melihat langsung kondisi Rusia dan mendapat referensi dari sumber aslinya, serta dapat berdialog langsung dengan seorang pakar sejarah di Rusia, Profesor Abramov Tomskii.

Karena sebuah tugas negara yang mendadak dan memerlukan Profesor Tomskii, mengharuskan beliau berangkat ke Istambul. Maka pembimbingan Ayyas diserahkan kepada Doktor Anastasia Palazzo. Profesor Tomskii sendiri yang langsung menunjuk, dan beliau minta maaf kepada Ayyas atas pengalihan ini. Ayyas maklum, namun disini dia mendapatkan ujian yang sangat berat, berinteraksi dengan seorang wanita muda, pintar dan cantik jelita. 

Ayyas menghabiskan waktunya dengan banyak berdiskusi dan membaca referensi asli dibawah bimbingan sang Doktor. Ditengah kesibukannya meneliti dan tak kondusifnya suasana bagi yang beragama Islam tak membuat Ayyas lalai beribadah dan mengingat Allah. Dia tetap melaksanakan sholat dan berdoa, walaupun itu dilakukannya di ruangan kantor Profesor Tomskii. 

Ketika di apartemen, karena bergabung dengan penghuni lainnya, Ayyas harus berinteraksi dengan dua wanita Rusia yang sangat cantik, Yelena dan Linor, yang keseharian mereka selau tampil dengan pakaian seksi. Kamar mereka berdampingan dengan kamar Ayyas. Ayyas merasa benar-benar diuji keimanannya oleh Allah. Maka ketika berada di kamar, Ayyas memaksimalkan ibadahnya dengan melaksanakan sholat, zikir, baca Quran, dan baca buku-buku hikmah lainnya. Ketika keluar kamar, Ayyas sangat menjaga pandangan dan hatinya. 

2) Yelena
Yelena merupakan teman satu apartemen Muhammad Ayyas, wanita muda Rusia yang sangat cantik. Profesi sehari-harinya sebagai pelacur kelas kakap. Kalau sedang berada di apartemen selalu berpakaian seadanya. Ini selalu mengganggu pikiran Ayyas, dan mengusik ketenangan jiwa Ayyas sebagai seorang muslim yang taat.

Profesi ini digeluti Yelena setelah dia gagal membina rumah tangga dengan seorang pria Rusia yang muslim. Tabiat jelek Yelena diketahui suaminya, dan dia diultimatum oleh suaminya, mau berubah dan taat pada suami atau silahkan hidup bebas dan pergi dari rumah. Ternyata Yelena memilih opsi kedua, lalu pergi meninggalkan suaminya dan hidup bebas di kota Moskwa. Padahal dia sudah dikaruniai seoarng putra, Omarov namanya, dan Omarov ditinggal bersama suaminya.

Jadilah Yelene sebagai wanita bebas yang memperturutkan hawa nafsu saja dan tidak lagi mempercayai adanya Tuhan, alias atheis. Sebelumnya, Yelena pernah beragama, namun sekarang itu ditinggalkanny. 

Selama berinteraksi dengan Ayyas, Yelena mendapatkan banyak hal, termasuk pemahaman tentang eksisitensi Tuhan. Dengan sangat piawai Ayyas membeberkan perihal Tuhan dalam sebuah seminar, yang kebetulan Yelena hadir disana. Keberadaan tentang Tuhan tak bisa dipungkiri oleh Yelena dimana suatu saat dia mengalami penganiayaan yang hampir menewaskannya, dan Ayyas denga izin Tuhan dapat memberikan pertolongan.

Ketauladanan, ketulusan, dan keseriusan Ayyas mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan ini telah memotivasi Yelena untuk bisa hidup lebih manusiawi. Kehadiran teman Ayyas yang bersedia menikahinya setelah difasilitasi Ayyas, menjadikan Yelena sebagai wanita muslimah yang taat dengan mengucapkan kalimat syahadat sebelum melangsungkn pernikahannya. 

3) Linor
Wanita muda yang cantik ini satu apartemen dengan Ayyas. Penampilannya yang norak, kasar serta dingin sangat mengganggu hati Ayyas. Sama dengan Yelena, bila sudah berada di apartemen, auratnya sudah tidak terjaga, bahkan Ayyas pernah memergoki Linor sedang berbuat tidak senonoh dengan seorang lelaki Rusia di ruang tamu.

Ini memicu pertengkaran dan tak bisa dihindari, terjadi perkelahian antara Ayyas dengan lelaki tersebut. Dalam perkelahian, Linorpun terlibat, yang justeru hampir saja Linor mati dibunuh oleh lelaki tersebut karena salah paham. Perkelahian kembali terjadi, akhirnya lelaki tersebut dapat dilumpuhkan Ayyas. 

Ayyas sangat dibenci oleh Linor. Dendam yang membara terhadap Ayyas yang muslim disulut juga oleh doktrin Yahudi yang dianut Linor. Kerap kali Ayyas dihina beribadah oleh Linor. Dan pernah dilaksanakan percobaan pembunuhan terhadap Ayyas dengan merekayasa pemboman sebuah hotel di pusat kota Moskwa. Sangkaan ditujukan kepada Ayyas dengan membuat sebuah skenario. Namun, sangkaan itu ternyata gagal total, karena saat pemboman terjadi Ayyas sedang melaksanakan Talkshow di salah satu stasiun televisi. 

Perjalanan panjang Linor, dan terinspirasi juga dengan kehadiran Ayyas di apartemennya, telah menyadarkan Linor, dan membuat dia harus mundur dari agen Yahudi yang kerjanya membunuh orang-orang Palestina. Belakangan Linor tahu, bahwa dirinya sebenarnya berasal dari keluarga Palestina yang muslim. Dia mundur jadi agen dan banyak mempelajari Islam.

Akhirnya dia memeluk Islam dan mencari keberadaan Ayyas dimana, dan menyatakan bahwa Ayyas adalah orang yang sangat pantas menjadi suaminya. Belum sempat Ayyas mengiyakan karena butuh waktu untuk berpikir dan mohon petunjuk Allah, Linor sudah ditembak mati oleh agen Yahudi yang lain yang membuntutinya. 

4) Doktor Anastasia Palazzo
Doktor muda ini adalah pembimbing Ayyas selama di Moskwa. Beliau dosen sejarah di kampus Universitas Negeri Moskwa, orang menyebutnya kampus MGU, singkatan dari Moskovskyj Gosudarstvennyj Universiteit imeni Lomonosova, menggantikan Profesor Abramov Tomskii yang berangkat ke Istambul untuk sebuah tugas khusus dalam waktu yang agak lama.

Kehadiran Doktor bagi Ayyas sebenarnya tidak terlalu bermasalah, karena sang Doktor sangat menjaga etika akademik dan kesopanan dalam penampilan. Namun dalam perjalanannya sang Doktor sangat bersimpati kepada Ayyas dan terbersit keinginan agar Ayyas mau menikahinya. Tentu hal ini ikut mengganggu konsentrasi Ayyas dalam meneliti. Maka satu-satunya jalan bagi Ayyas adalah selalu bersikap sopan, menjaga pandangan, dan selalu ingat Allah. Akhir dari pertemuan mereka adalah adanya saling memahami diantara keduanya Ayyas tetap pulang ke India.  

b. Plot
Plot yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah plot plot maju atau progresif. Urutan ceritanya disusun secara cermat dan tertata rapi. Hal ini dibuktikan dengan adanya tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir, yang terletak secara berurutan.

1) Tahap Awal
Diawali dengan kedatangan Muhammad Ayyas di Moskwa, menginap disebuah apartemen yang terdiri dari tiga kamar, satu untuknya dan dua lagi diisi yang masing-masing oleh wanita muda Rusia yang cantik-cantik, Yelena dan Linor. Di kampus MGU, Ayyas dibimbing oleh Doktor muda yang juga sangat cantik, Anastasia Palazzo, menggantikan Profesor Abramov Tomskii. 

2) Tahap Tengah
Terjadi konflik antara Ayyas dengan Yelena, Linor, dan Doktor Anastasia. Konflik Ayyas dengan Yelena adalah prinsip atheisme Yelena dengan hidup bebasnya yang mengusik ketenangan Ayyas. Dengan Linor, Ayyas terusik oleh kecemburuan dan kebenciannya terhadap agama yang dianut Ayyas, ditambah dengan gaya bebas hidup Linor yang seronok.

Puncak kebencian Linor pada Ayyas, membuat Ayyas hampir saja menjadi tersangka aksi pengeboman hotel terkenal di pusat kota Moskwa. Sedangkan dengan Doktor Anastasia, Ayyas terusik oleh rasa simpati sang Doktor yang berlebihan pada Ayyas, sampai-sampai sang Doktor ingin Ayyas menikahinya. 

3) Tahap Akhir
Ayyas mengakhiri perjalanannya di Moskwa dengan selamat dan sukses dengan iman yang tetap terjaga. Dia melewati konflik satu persatu dengan mulus yang mana pada akhirnya Yelena berubah menjadi muslimah yang dinikahi oleh teman Ayyas yang muslim. Linor insaf dan masuk Islam, walaupun dia harus rela ditembak mati oleh agen yahudi yang selalu membuntuti dia kemanapun dia pergi. Sedangkan Doktor Anastasia Palazzo akhirnya merelakan kepulangan Ayyas ke India untuk melanjutkan studinya menyelesaikan tesis S2 nya, dan untuk seterusnya kembali ke Indonesia, negara asalnya.

c. Setting
Setting dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah setting waktu (situation temporelle), setting tempat (situation spatiale), dan setting sosial (situation sociale).

1) Setting Waktu
Setting waktu yang digunakan dalam novel Bumi Cinta ini adalah era modern sekarang, tahun 2010, dimana tantangan yang paling besar dihadapi manusia sebagai musuhnya, khususnya umat Islam, adalah hawa nafsunya sendiri, yang dipicu oleh maraknya pergaulan bebas dan mudahnya mengakses situs-situs porno. 

2) Setting Tempat
Tempat yang dipilih dalam novel ini adalah kota Moskwa di Rusia, yang aktivititasnya dipusatkan di kampus MGU Rusia dan apartemen di Panfilovsky Pereulok depan White House Residence. 

3) Setting Sosial
Keadaan sosial masyarakat Rusia digambarkan sebagai sebuah masyarakat yang bebas, yang menganut paham free sex. Kekuatan mafia sangat dominan dan bercokol dimana-mana. Kekuatan Yahudi juga masih dominan di Rusia melalui agen-agenya. Ditengah-tengah kehidupan yang bebas itu, masih terdapat segelintir orang yang hidup memperhatikan norma yang ada dengan berpegang teguh pada ajaran agama, seperti Islam dan Kristen ortodoks.

 
3. Sarana Sastra
Sarana sastra dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sudut pandang dan gaya bahasa.

a. Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah sudut pandang pandang persona ketiga, “Dia”. Pengisahaan cerita yang mempergunakan sudut pandang persona ketiga, gaya “dia”, narator adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama-nama pelakunya.

Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus-menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti. Hal ini akan mempermudah pembaca untuk mengenali siapa tokoh yang diceritakan atau siapa yang bertindak. 

b. Gaya Bahasa 
1) Personifikasi
Gaya bahasa ini mendominasi novel Bumi Cinta  ini. Gaya bahasa personifikasi, yaitu gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati. Sangat banyak ungkapan yang ditemukan menggunakan gaya bahasa personifikasi. Berikut ini adalah contoh dari gaya bahasa personifikasi itu :
Dalam suasana serba putih, Moskwa seolah memamerkan keindahan sihirnya di musim dingin.
“Pagi itu salju bertasbih”

2) Hiperbola
Gaya bahasa hiperbola digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, dan dalam roman ini ditemukan ungkapan yang menggunakan gaya bahasa tersebut, seperti:
“Saya bisa merasakan angan-angannya untuk kuliah di Sorbonne, Paris, sehingga ia berdarah-darah mempelajari bahasa Prancis.”

3) Simile
Gaya bahasa simile digunakan untuk membandingkan sesuatu secara eksplisit. Contoh :
“Ini baru satu jurus. Aku kurang waspada saja. Lihat saja, brengsek itu akan aku lumat seperti bubur.”

4) Metafora (métaphore)
Gaya bahasa metafora digunakan untuk membandingkan sesuatu secara langsung, dan dalam roman ini ditemukan beberapa kutipan yang menggunakan gaya bahasa tersebut, yakni terlihat pada contoh berikut:
“Begitu memasuki ruangan Profesor Tomskii, hatinya langsung berbunga, karena ia melihat Ayyas berdiri tegap di sana”.


SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pendekatan struktural dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut :

1) Novel Bumi Cinta mempunyai tema perjuangan seorang pemuda bernama Muhammad Ayyas yang pernah menjadi santri mengarungi kehidupan yang banyak tantangan di negara yang sangat bebas, Rusia, kota Moskwa, agar tetap mencintai Allah lebih dari mencintai yang lain. 

2) Fakta cerita yang terdiri dari penokohan, plot dan setting dalam novel Bumi Cinta ini adalah sebagai berikut.
  1. Penokohan dalam roman ini terdiri dari satu tokoh utama dan tiga tokoh tambahan. Tokoh utama roman ini adalah seorang pemuda muslim yang taat bernama Muhammad Ayyas. Tokoh tambahan dalam novel ini adalah Yelena, Linor, dan Doktor Anastasia Palazzo. 
  2. Plot yang terdapat dalam roman ini adalah plot lurus atau plot maju, hal ini dapat dilihat dari penyajian cerita yang teratur dan berurutan, dimulai dari tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir.
  3. Setting waktu yang digunakan adalah era modern sekarang, tahun 2010, sebuah era yang tantangannya sangat berat bagi seorang pemuda. Pengarang menggunakan setting tempat di Moskwa, ibukota Rusia dengan setting sosial masyarakat Rusia yang digambarkan sebagai sebuah masyarakat yang bebas, yang menganut paham free sex.
3) Sarana sastra yang terdiri dari sudut pandang dan gaya bahasa adalah sebagai berikut :
  1. Sudut pandang yang digunakan dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman el Shirazy adalah sudut pandang pandang persona ketiga, “Dia”. Pengarang sebagai narator, adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama-nama pelakunya. 
  2. Pengarang dalam menceritakan pengalamannya banyak menggunakan gaya bahasa sehingga membuat ceritanya lebih menarik dan berwarna. Gaya bahasa yang digunakan adalah: Personifikasi, Hiperbola, Simile, dan Metafora. 

Sumber artikel: http://zulhermanghani.blogspot.com/2011/02/makalah-kebahasaan.html


--------------------------------------------
Download tulisan: Analisis Unsur-unsur Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy (pdf)
DOWNLOAD